Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cangkok Rahim Pertama di Amerika Berjalan Sukses

Dokter-dokter bedah di Cleveland Clinic melakukan transplantasi rahim pertama di Amerika Serikat menggunakan uterus dari pendonor organ yang sudah meninggal dunia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 Februari 2016  |  13:46 WIB
Cangkok Rahim Pertama di Amerika Berjalan Sukses
Ilustrasi - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Dokter-dokter bedah di Cleveland Clinic melakukan transplantasi rahim pertama di Amerika Serikat menggunakan uterus dari pendonor organ yang sudah meninggal dunia.

Pasien berusia 26 tahun, yang identitasnya tidak diungkap ke publik, dalam keadaan stabil setelah menjalani operasi pencangkokan yang berlangsung sembilan jam pada Rabu (24/2/2016) menurut pernyataan Cleveland Clinic yang dikutip kantor berita Xinhua pada Jumat (26/2/2016).

Pihak rumah sakit menyatakan, akan melakukan operasi pencangkokan pada total sepuluh perempuan dengan rahim tidak subur, yang artinya mereka lahir tanpa rahim atau menderita kerusakan rahim yang tidak bisa dipulihkan.

Faktor infertilitas rahim mempengaruhi tiga sampai lima persen perempuan di seluruh dunia dan transplantasi rahim, yang dinilai masih sangat eksperimental, menawarkan peluang untuk hamil bagi perempuan-perempuan tersebut.

Dalam pernyataannya pada Jumat, Owen Davis, Presiden American Society for Reproductive Medicine, menyebut pencangkokan rahim "secara ilmiah, pembedahan maupun etik rumit."

"Prosedur ini menawarkan jalur lain untuk membangun keluarga bagi perempuan yang lahir tanpa uterus atau yang rahimnya diangkat," kata Davis.

"Sayangnya, beberapa perempuan hidup dalam wilayah hukum yang pemerintahnya tidak akan mengizinkan penggunaan pembawa kehamilan. Pencangkokan rahim memungkinkan perempuan-perempuan ini memiliki anak."

Tahun 2014 untuk pertama kalinya satu bayi lahir dari penerima cangkok rahim di Swedia.

Kelompok Swedia yang ada di balik prosedur itu telah menjalankan sembilan transplantasi rahim, yang kemudian membuahkan lima kehamilan dan empat kelahiran hidup menurut Cleveland Clinic.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kanker rahim

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top