Sardono Tampilkan 3 Program di Singapore International Festival of Arts 2016

Seniman Indonesia, Sardono W Kusumo, terpilih untuk tampil dalam Singapore International Festival of Arts (SIFA) yang digelar pada 13 Agustus hingga 27 Agustus 2016.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 10 Agustus 2016  |  13:54 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Seniman Indonesia, Sardono W Kusumo, terpilih untuk tampil dalam Singapore International Festival of Arts (SIFA) yang digelar pada 13 Agustus hingga 27 Agustus 2016.

Selama festival, Sardono akan menampilkan tiga program Sardono's Retrospective. Ketiga program tersebut yakni, Expanded Cinema, Solo Live Painting, dan dance performance.

Expanded Cinema akan menayangkan film dokumentasi karya Sardono sejak 1970. Di masa tersebut, ketika Sardono masih berusia 25 tahun, Sardono telah melakukan begitu banyak perjalanan ke berbagai pulau dan area terpencil, bertemu dengan suku-suku pedalaman, seperti Nias, Papua, Dayak, dan lain lain. Perjalanan tersebut direkamnya dengan menggunakan kamera film 8mm. Kesadaran akan merekam ingatan dan peristiwa di masa tersebut menjadi penting dan bernilai di masa kini. Program ini akan berlangsung pada 13 Agustus hingga 27 Agustus 2016 di Malay Heritage Centre Singapore.

Solo Live Painting merupakan pementasan tunggal oleh Sardono. Pementasan ini akan menampilkan gaya melukis yang goresannya dipadukan dengan gerakan tubuh Sardono dalam menari sehingga menghasilkan lukisan yang ekspresif. Program ini akan berlasung pada 20 Agustus dan 21 Agustus 2016 di Malay Heritage Centre Singapura.

Karya terakhir yakni dance performance berjudul Black Sun. Pada pementasan ini, Sardono akan menampilkan seni tari kontemporer yang berkolaborasi dengan penari-penari Papua. Pertunjukan Black Sun berangkat dari sebuah gagasan isu kemanusiaan yang marak terjadi akhir-akhir ini. Manusia yang bertahan demi mendapatkan hak atas diri mereka yang kehilangan tanah tempat tinggal, terapung di lautan menanti kepastian. Program ini akan berlangsung pada 26 Agustus, 27 Agustus 2016 di 72-13 Theatre Works Singapore.

"Retrospeksi ini mendalami film ethologi Sardono sejak tahun 70an ketika ia menjelajah nusantara, merekam beragam komunitas masyarakat di pedalaman, sampai dengan fase terkini yaitu proses dalam eksperimen melukis," tutur kurator festival, Ong Keng Sen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
festival

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top