Pembangunan Kesehatan Daerah Dimulai Dari Puskesmas

Kementerian Kesehatan mengimbau pemerintah daerah untuk meningkatkan pelayanan guna mendukung pembangunan kesehatan di daerah
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 19 Januari 2017  |  10:10 WIB
Pembangunan Kesehatan Daerah Dimulai Dari Puskesmas
Salah satu puskesmas di DKI - dokumentasi

Bisnis.com MAKASSAR -- Kementerian Kesehatan menghimbau pemerintah daerah untuk meningkatkan pelayanan guna mendukung pembangunan kesehatan di daerah.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan Oscar Primadi mengatakan Kementerian Kesehatan memprioritaskan 19 provinsi dalam target pembangunan kesehatan nasional hingga 2018. Salah satunya di Sulawesi Selatan, terutama di wilayah Kota Makassar.

Menurutnya, Puskesmas Kassi-Kassi di Sulawesi Selatan sebagai puskesmas percontohan dapat menjadi ikon yang dapat ditularkan melalui program inovatif melalui pendekatan keluarga. Standar Pelayanan Minimal (SPM) harus memberikan pelayanan yang mutlak. Contohnya, melalui home care terhadap penyakit berbasis perilaku serta telemedicine berbasis pelayanan kesehatan secara online.

Oleh karenanya, Makassar Home Care mendapat penghargaan Top Innovation 2015 oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia.

"Pembangunan kesehatan di Indonesia harus diperkenalkan berupa inovasi-inovasi ke khalayak. Salah satunya yang telah dilakukan oleh Dinkes Kota Makassar, Sulsel," terangnya seperti dikutip dalam siaran pers, Kamis (19/1).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel Rachmat Latief menyebutkan terdapat 89 rumah sakit dan 453 puskesmas di wilayahnya. Khusus di Kota Makassar terdapat 46 puskesmas dan tahun depan menjadi 47 puskesmas.

"Puskesmas di Sulsel diberdayakan untuk peningkatan pendanaan promotif dan preventif serta peningkatan efektivitas pembiayaan kesehatan. Maka, jalurnya jelas karena Sulsel pilar utama pembangunan nasional dan simpul jejaring akselerasi kesejahteraan hingga 2018," terang Dr. Rachmat.

Dia berharap kondisi tersebut harus didukung dengan ketersediaan dokter. Salah satu solusinya dengan penyediaan tenaga dokter kontrak untuk mempercepat proses layanan kesehatan masyarakat.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Naisyah Tun Azikin mengatakan dalam mendukung program pemerintah nasional tersebut, pihaknya telah melakukan sejumlah peningkatan layanan, utamanya layanan puskesmas.

Dinas Kesehatan Kota Makassar membuktikan kesiapan pembangunan kesehatan berbasis pendekatan keluarga melalui penghargaan sertifikasi terhadap 10 puskesmas yang dinyatakan lulus akreditasi oleh Komisi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Kemenkes 2015/2016.

“Kami berupaya membangun seluruh 46 puskesmas kota agar layanan kesehatan merata. Untuk tingkat kota, kami baru saja menerima penghargaan atas akreditasi 10 puskesmas,” ungkap Naisyah.

Keberhasilan tersebut diapresiasi dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-52 pada 2016 beberapa waktu lalu.

“Puskesmas Jongaya itu akreditasi utama, sementara Tamalanrea dan Pattingalloang menerima akreditasi madya, serta untuk Puskesmas Perumnas Antang, Tarakan, Malimongang, Batua, Makkasau, Sudiang Raya dan Dahlia akreditasi dasar,” jelas Naisyah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rni

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top