Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Romantisme Musim Dingin di London Fashion Week 2017

Para desainer asal Inggris memamerkan koleksi terbaru mereka di perhelatan London Fashion Week 2017 yang desainnya terinspirasi romantisme di musim dingin.
Andhina Wulandari
Andhina Wulandari - Bisnis.com 24 Februari 2017  |  10:26 WIB
Koleksi busana Mulberry di London Fashion Week Autumn Winter 2017 -  Reuters/Neil Hall
Koleksi busana Mulberry di London Fashion Week Autumn Winter 2017 - Reuters/Neil Hall

Bisnis.com, LONDON – Para desainer asal Inggris memamerkan koleksi terbaru mereka di perhelatan London Fashion Week 2017 yang desainnya terinspirasi romantisme di musim dingin.

Dalam peragaan busana yang digelar Minggu (19/2/2017), sejumlah desainer menampilkan koleksi yang cocok untuk liburan musim dingin di pegunungan atau bersantai di desa kecil di Inggris.

Desainer Anya Hindmarch, misalnya, mengawali peragaan busana koleksi autumn/winter 2017 miliknya dengan koleksi tas terinspirasi motif Skandinavia.

Dengan panggung yang didesain menyerupai pegunungan salju, para model berjalan dengan topi bulu dan kacamata ski sambil menjinjing tas satchel berhiaskan sulaman warna-warni.

Ada pula tas punggung (backpack) dan tas kecil yang dihiasi tali pengikat berbentuk hati. Detail zipper juga tampak dominan dalam koleksi tas Anya Hindmarch, yang setiap koleksinya selalu menawarkan detail unik dan warna-warna menarik.

Untuk koleksinya kali ini, Anya Hindmarch menggunakan bahan suede, bahan kulit berwarna, dan detail bulu dalam warna pink, biru, kuning, hingga abu-abu serta cokelat.

“Autumn/winter 2017 berusaha mengekplorasi romantisme musim dingin dan para petualang dan motif-motif yang ditemukan dalam cerita-cerita rakyat Skandinavia kuno,” tulis Hindmarch dalam siaran persnya, dilansir Reuters.

Sementara, dalam peragaan busana Mulberry, direktur kreatif Johnny Coca mengambil inspirasi dari kehidupan aristokrat Inggris di pedesaan. Koleksinya pun meliputi bahan tweed, detail lace, dan detail bordir yang mewah.

Dia menyajikan koleksi cape dengan model quilted, blus dengan syal di leher, dan rok asimetris. Model juga tampak menggunakan gaun yang dihiasi crochet dan detail ruffle, jaket tweed yang dipadukan dengan rok, serta koleksi setelan jas dan rok atau bahkan gaun model tumpuk.

“Saya ingin menampilkan sesuatu yang tradisional, namun tetap terkesan baru. Mengambil gaya Inggris kuno dan menjadikannya terasa pas untuk saat ini,” jelas Coca.

Hal serupa juga dilakukan oleh desainer Alice Temperley untuk brand Temperley London yang menawarkan gaya romantis lewat gaun dalam paduan warna biru pucat, ungu lilac, dan pink.

Kemeja dengan model puff-sleeve atau lengan menggembung tampak dipadukan dengan celana berpinggang tinggi atau rok panjang dengan warna-warna gelap.

Dress berbahan sifon lembut tampak dihiasi motif dan detail sulaman yang rumit. Tak hanya menawarkan keanggunan, koleksi ini juga terlihat feminin dan unik.
London Fashion Week Autumn/Winter 2017 dimulai sejak 17 Februari lalu dan akan berlangsung hingga 21 Februari 2017.

Setelah London, pekan mode akan dilanjutkan di Milan dan Paris.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

London Fashion Week
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top