Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

ARIFIN PANIGORO: Kasus TB Belum Sepenuhnya Jadi Perhatian Masyarakat

Masyarakat dinilai belum sepenuhnya memberi perhatian pada masalah tuberkulosis di Indonesia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 08 Maret 2017  |  17:45 WIB
Foto rontgen sinar-X menunjukkan paru-paru yang terinfeksi tuberkulosis. - Reuters/Luke MacGregor
Foto rontgen sinar-X menunjukkan paru-paru yang terinfeksi tuberkulosis. - Reuters/Luke MacGregor

Bisnis.com, JAKARTA - Masyarakat dinilai belum sepenuhnya memberi perhatian pada masalah tuberkulosis di Indonesia.

Demikian dikatakan Ketua Forum Stop TB Partnership Indonesia Arifin Panigoro.

Meski tidak berlatarbelakang kedokteran, Arifin mengaku terpanggil untuk ikut memikirkan masalah penanggulangan TB.

Demikian dikatakan Arifin dalam diskusi Rekomendasi Koalisi Penanggulangan TB di Indonesia, di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (8/3/2017).

Arifin menegaskan pihaknya akan berkomitmen terus melakukan upaya pengendalian dengan merangkul berbagai pihak seperti CSO, layanan kesehatan, dan dunia industri.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj menegaskan, penyelesaian permasalahan tuberkolosis harus segera dilakukan tidak hanya oleh Pemerintah, melainkan semua pihak seperti swasta, masyarakat madani, dan layanan kesehatan.

"Islam sebagai Rahmatan lil Alamin tidak boleh diam. Islam harus hadir dalam mewujudkan masyarakat yang sehat," kata Said Aqil.

Said Aqil menambahkan, NU yang memiliki basis masa terbesar di Indonesia turut serta terjun ke masyarakat terkait penanggulangan penyakit tersebut. Apalagi, imbuhnya, penyakit ini banyak diidap masyarakat kecil. Sedangkan sebagian besar masa NU adalah kalangan bawah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

paru-paru tuberkulosis

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top