Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Hoax yang Sering Beredar tentang Botox

Banyak berita miring terkait botox yang sebenarnya tidak benar. Hal tersebut seringkali diakibatkan olehkurangnya edukasi masyarakat terkait dunia estetika medis.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 28 Maret 2017  |  00:13 WIB
Botox - East Rand Botox
Botox - East Rand Botox

Bisnis.com, JAKARTA -  Banyak berita miring terkait botox yang sebenarnya tidak benar. Hal tersebut seringkali diakibatkan oleh kurangnya edukasi masyarakat terkait dunia estetika medis.

Adri Dwi Prasetyo, selaku Board Certified Dermatologist mengatakan botulinum toxin (botox) tipe A ini adalah neurotoksin yang paling umum digunakan dalam estetika medis dan dianggap sebagai salah satu solusi preventif untuk anti penuaan.

Dia mengiyakan banyak anggapan terkait botox yang sebetulnya hoax. Pertama, botox adalah racun, padahal yang benar botox adalah obat yang mengganggu transmisi saraf pada neuromuscular junction sehingga melumpuhkan otot dan mengurangi garis-garis dalam jangka waktu tertentu, sehingga garis ekspresi akan terlihat lebih samar dan wajah memperlihatkan efek yang lebih kencang.

"Pada dasarnya pengobatan apapun menggunakan bahan kimia. Jika obat tersebut diberikan dengan dosis yang benar maka akan bermanfaat secara positif," jelasnya.

Sama halnya dengan antibiotik yang banyak diketahui orang seperti penicilin yang merupakan racun dari jamur. Overdosis yang banyak terjadi di kalangan selebritis sehingga membuat bentuk wajah yang tidak natural sering dijadikan agenda oleh oknum untuk membuat informasi kepada masyarakat akhirnya terdistorsi.

Kedua, botox berakibat negatif untuk pemakaian jangka panjang. Penelitian membuktikan bahwa salah seorang dari dua wanita kembar jauh terlihat lebih muda ketimbang kembarannya yang tidak disuntik botox.

Ketiga, botox membuat ketagihan. Menurut Adri, informasi tersebut separuh benar dan separuh salah. Namun, dia menekankan bahwa tidak ada ketagihan secara medis, hanya saja kebutuhan secara psikologis sosial setiap orang berbeda.

Salah satu penggagas aesthetic dermatology asal Kanada, Philip Levy mengungkapkan bahwa semua orang akan terlihat tua cepat atau lambat. Perkembangan dunia estetika medis memberikan masa depan yang cerah bagi generasi muda. Pengobatan masa kini telah memberikan kesempatan bagi orang-orang untuk mempertahankan kualitas hidupnya.

Definisi cantik menjadi relatif. Tentu tidak semua orang sibuk merawat sebatas fisiknya saja. Dinamika kehidupan sosial telah mendorong masyarakat untuk memiliki apa yang tidak bisa dimiliki dan ternyata dunia medis bisa membantu mewujudkannya.

“Kita harus bisa menerapkan pengobatan individual, maka Anda memerlukan spesialis. Kami tidak ingin membuat manusia menjadi sama seperti robot. Anda memiliki banyak pilihan karena dunia medis memungkinkan hal itu,” tutupnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kecantikan hoax
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top