Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kematian Jupe Picu Gerakan Pencegahan Kanker Serviks

Meninggalnya selebritas Julia Perez diharapkan dapat menjadi momentum bagi masyarakat Indonesia untuk semakin menggaungkan pentingnya pencegahan kanker serviks.
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 10 Juni 2017  |  23:55 WIB
Kematian Jupe Picu Gerakan Pencegahan Kanker Serviks
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Meninggalnya selebritas Julia Perez diharapkan dapat menjadi momentum bagi masyarakat Indonesia untuk semakin menggaungkan pentingnya pencegahan kanker serviks.

Pasalnya, kanker serviks masih menjadi salah satu penyakit momok paling dominan bagi perempuan. Saat ini, kanker serviks menjadi jenis kanker pembunuh utama pada perempuan, khususnya di negara berkembang dan miskin.

Inisator program Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS), Andrijono, menjelaskan kanker serviks telah menjadi salah satu kanker penyebab kematian paling banyak ketiga di Tanah Air.

Menurut data Globocan yang dirilis oleh WHO/ICO Information Centre on HPV and Cervical Cancer pada 2012, ada 1 wanita Indonesia meninggal dalam satu jam setiap harinya karena kanker serviks dan diprediksi terdapat 58 kasus baru setiap harinya.

“Perempuan Indonesia saat ini sedang dalam situasi genting terkena kanker serviks. Oleh karena itu, pencegahan dan deteksi melalui skrining dan vaksinasi lebih baik dilakukan sejak dini daripada pengobatan," ujar Andrijono dalam siaran pers, Sabtu (10/6/2017).

Andrijono berharap pemerintah segera menjadikan program vaksinasi HPV secara nasional agar tidak semakin banyak ‘Jupe-Jupe lain’ yang menjadi korban.

"Kematian Jupe sangat bisa jadi momentum untuk mendorong program nasional vaksin HPV sebagai salah satu cara paling efektif mencegah kanker serviks," tambah Andrijono yang juga menjadi Ketua Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI).

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Sosial Yayasan Kanker Indonesia Provinsi DKI Jakarta Venita menjelaskan statistik kanker serviks banyak diidap wanita usia reproduksi. Padahal kanker serviks dapat mulai dicegah sejak remaja dengan vaksinasi.

Vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks telah dibuktikan efektivitas dan keamanannya melalui penelitian. Dibandingkan skrining, vaksin jauh lebih efektif. Vaksin mampu mencegah kejadian kanker serviks sampai 70%. Sedangkan tes papsmear/IVA/tes HPV DNA dapat dilakukan rutin setelah menikah atau bagi perempuan yang sudah aktif secara seksual.

“Saat ini program pemberian vaksin HPV baru dilakukan di Provinsi DKI Jakarta dan segera menyusul kota lain Yogyakarta, Surabaya dan Manado,” terang Venita.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

julia perez kanker serviks
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top