Dua Sineas dari Bandung dan Surabaya Wakili Indonesia di FLY 2017

Film Leadership Incubator (FLY) 2017 kembali digelar oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Metropolitan City.
Ilman A. Sudarwan | 16 November 2017 00:57 WIB
Ketua Umum Asosiai Produser Film Indonesia (Aprofi) Fauzan Zidni - Istimewa/Aprofi

Bisnis.com, JAKARTA - Film Leadership Incubator (FLY) 2017 kembali digelar oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Metropolitan City. Ajang ini merupakan inisiatif inkubasi pengembangan bakat baru industri film Asia yang diikuti oleh 22 pembuat film dari 11 negara, termasuk Indonesia.

Ajang ini juga bekerja sama dengan Busan Film Commission, Asian Film School, Asosiai Produser Film Indonesia (Aprofi), Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF), dan Asian Film Commission Network. Program ini akan dilaksanakan di Yogyakarta pada 20 November sampai 2 Desember 2017.

Aprofi dalam hal ini bekerja sama sebagai penyeleksi sineas dari Indonesia yang akan mengikuti program ini. Dari ratusan peserta yang telah mengikuti seleksi, ada dua sineas yang akhirnya lolos untuk ikut workshop nanti. Mereka berdua berasal dari Bandung dan Surabaya.

"Yang pertama adalah Gerry Fairus dari Bandung, dan Helena Florensia dari Surabaya. Yang kedua sebenarnya berkuliah di Busan, tapi dia berasal dari Surabaya," kata Ketua Umum Aprofi, Fauzan Zidni.

Dia berharap lulusan meraka yang terpilih nantinya bisa menjadi masa depan dunia perfilman di masing-masing negara. Dia mencontohkan sutradara Ifa Isfansyah yang pernah mengikuti ajang ini pada 2006. Ajang ini menjadi salah satu pijakan penting dalam awal karirnya.

"Tahun 2006 saya terpilih untuk ikut Asian Film Academy. Di sana saya dipertmukan bukan hanya untuk belajar membuat film, tapi juga berjejaring yang sangat berguna sampai sekarang," jelas Ifa Isfansyah yang sekarang menjadi Direktur Eksekutif JAFF.

Para peserta akan mengkuti workshop pembuatan film selama 2 pekan. Mereka akan membuat film pendek berdurasi 10 menit di sana. Mereka juga akan menimba ilmu adari beberapa sineas top Asia dan Eropa. Karya mereka selanjutnya akan langsung ditayangkan di JAFF 2017. Di sana, karya mereka akan dinilai oleh para juri.

"Nantinya akan ada dua pemenang setelah ditayangkan di JAFF. Mereka yang menang akan berkesempatan mendapatkan dua beasiswa, yang pertama dari Busan FIlm Commission, senilan US$2000. Dan yang kedua mereka akan ikut Asian FIlm Academy tahun depan," kata Fauzan.

Tag : film
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top