Pameran Arsip Seni Terlengkap di Indonesia

Pameran arsip seniman Basoeki Abdullah berjudul "Lacak!!!" yang dilangsungkan di Museum Basoeki Abdullah Jakarta selama 7-22 November 2017 adalah pameran arsip seni terlengkap di Indonesia.
Ilman A. Sudarwan | 19 November 2017 03:27 WIB
Ilustrasi-Pameran lukisan Basoeki Abdullah - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Meskipun terbilang baru di Indonesia, pameran arsip sebenarnya sudah sering dilakukan di luar negeri. Karya seni tidak lagi hanya sebatas karyanya saja, tetapi juga pada arsip-arsip yang sebelumnya digunakan untuk membantu penafsiran terhadap sebuah karya seni.

Salah satunya adalah pameran arsip seniman Basoeki Abdullah berjudul "Lacak!!!" yang dilangsungkan di Museum Basoeki Abdullah Jakarta. Selama 7-22 November 2017 pameran tersebut menampilkan ratusan arsip sang maestro.

Kurator pameran Mikke Susanto mengatakan, pameran ini adalah pameran arsip seni pertama dan terlengkap yang pernah dilakukan di Indonesia. Menurutnya,  sebelumnya sudah sering ada pameran yang mengangkat arsip, tetapi belum pernah secara spesifik arsip tentang seorang seniman.

“Saya pikir ini bisa jadi catatan dalam sejarah kita ya, karena sebelumnya belum pernah ada yang seperti ini. Di Bentara Budaya, terutama di Yogyakarta memang sudah beberapa kali tetapi tidak pernah mengangkat nama seorang seniman seperti ini,” jelasnya.

Pameran ini dilaksanakan berkat kerja sama antara Museum Basoeki Abdullah, Jakarta, Arsip Nasional Republik Indonesia, harian Kompas, majalah Tempo, Dewan Kesenian Jakarta, dan Dicti Art Lab Yogyakarta. Seluruh arsip yang dipamerkan adalah berasal dari pihak-pihak tersebut.

Dicti Art Laboratory yang didirikannya saat ini memiliki banyak arsip para seniman legendaris Indonesia, tidak hanya Basoeki Abdullah saja. Masih ada arsip-arsip mereka tentang seniman lain seperti Affandi dan Sudjojono. Dia berharap selanjutnya akan ada lagi pameran arsip tentang seniman lainnya.

“Karena begini, arsip Basoeki Abdullah di kita itu ada sekitar 200 artikel, sementara yang lain contohnya Affandi Dicti Art Lab punya sekitar 400 artikel. Jadi, saya kira kalau ada pameran arsip Affandi, akan lebih dahsyat lagi dari ini,” katanya.

Melihat peran penting arsip bagi dunia seni, dia mengajak para penggiat dunia seni Indonesia untuk mulai rajin mengumpulkan arsip seni. Pengarsipan ini penting bukan hanya bagi para kurator, tetapi juga bagi para seniman.

“Dari Pak Basoeki Abdullah ini kita belajar bahwa arsip itu penting, dia bisa dibicarakan sampai saat ini karena banyak arsip yang bicara tentang dia. Jadi untuk para perupa sekarang, kalau tidak suka mengarsip, setidaknya dekatlah dengan para penulis dan jurnalis, karena mereka yang nantinya akan membuat arsip-arsip Anda,” katanya.

Tag : seni rupa
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top