Dioperasi di Malaysia, Ini Ternyata Sakitnya Zaskia Sungkar

Teka teki sakit apa yang diderita Zaskia Sungkar sampai harus menjalani operasi akhirnya terjawab sudah.
Mia Chitra Dinisari | 24 November 2017 11:52 WIB
Zaskia Sungkar - Bisnis.com/Deliana Pradhita Sari

Bisnis.com, JAKARTA - Teka teki sakit apa yang diderita Zaskia Sungkar sampai harus menjalani operasi akhirnya terjawab sudah.

Lewat akun instagramnya, Zaskia mengungkapkan bahwa dia baru saja menjalani operasi untuk pengobatan sakit endometriosis dan fibroid yang dideritanya.

Dia juga mengatakan selama operasi di Malaysia, dirinya selalu ditemani oleh sang suami Irawansyah dan juga sahabatnya Laudya Cynthia Bella yang juga menetap di negeri jiran tersebut.

" teruntuk 2 orang ini yang setia nemenin , nungguin aku sampai sadar, nyuapin , setiap saat tangan aku digenggam kening ak dicium dan didoain Makasih banyak, ak terharu semoga Allah yang bales kebaikan kalian ak sayang kalian @irwansyah_15 @laudyacynthiabella , makasih jg mama papa adik2 smua kluarga dan teman2 yg udh doian , Alhamdulillah aku udh sadar masih recovery after surgery , maaf belum bales chat ..pkkny terimakasih banyak doa nya Alhamdulillah operasi untuk endometriosis dan fibroid lancar , Doain supaya aku bisa cepet jalan dan pulang kerumah ," tulis Zaskia.

Selain itu, Zaskia juga mengungkapkan kebahagiaannya pada cinta dan kasih sayang yang besar dari sang suami Irwansyah yang selama ini setia mendampinginya.
Dia juga menyebutkan merasa sangat dicintai oleh Irwansyah yang banyak berkorban dalam proses penyembuhan sakitnya itu.

"You’ll know someone loves you when they care for you when you're sick and weak they take the day off work to take care of you. they cry and worries about you.. They will not ask for praise or keep score of their leniencies – they are genuinely happy to see you and that takes precedence over any minor inconvenience incurred by doing so.You’ll know that someone loves you when they take your side. This doesn’t mean they agree with everything you do but it means that they don’t disappear when it’s time to work through something tough. When someone loves you they share in all your joys and your pains without being asked.

You’ll know that someone loves you because they’ll show up to your life. They won’t leave you hanging on to vague implications or wondering what text messages mean. They’ll show up when they say they will. Tell you what you actually mean. Love you in a way that doesn’t leave room for uncertainties or questions. When somebody loves you they want to give you something concrete to hold onto. There are already so many uncertainties in life. Someone who loves you will not ever want to be one of them > thankyou @irwansyah_15 May Allah bless and keep you safe, each hour of every day amin. #alhamdulillah"

Dalam postingan tersebut, Zaskia mengakui dirinya mengalami sakit Endometriosis yakni, radang yang terkait dengan hormon estradiol/estrogen berupa pertumbuhan jaringan endometrium yang disertai perambatan pembuluh darah, hingga menonjol keluar dari rahim (pertumbuhan ectopic) dan menyebabkan pelvic pain.

Endometriosis dikatakan terkait dengan estrogen sebab perkembangan dan simtoma yang ditimbulkan akan hilang seiring datangnya menopause, oleh karena itu perawatan paling umum bagi penderita radang ini adalah penggunaan terapi hormonal yang menginduksi kondisi hipoestrogenik. Estrogen merupakan kelompok hormon steroid yang disekresi ovarium setelah distimulasi oleh FSH dan/atau LH yang disekresi oleh kelenjar hipofisis. Lebih lanjut sekresi FSH dan LH dihambat oleh hormon GnRH yang disekresi oleh hipotalamus.

Setelah kista endometriosis telah terbentuk sepenuhnya, muncul simtoma hiperalgesia vaginal yang disertai dengan hiperalgesia otot perut. Jaringan di sekitar kista akan mensekresi berbagai sitokina antara lain IL-1, IL-6, IL-8, dan IL-10, TNF-α, faktor pertumbuhan seperti VEGF dan NGF.

Biasanya endometriosis terbatas pada lapisan rongga perut atau permukaan organ perut. Endometrium yang salah tempat ini biasanya melekat pada ovarium (indung telur) dan ligamen penyokong rahim. Endometrium juga bisa melekat pada lapisan luar usus halus dan usus besar, ureter (saluran yang menghubungan ginjal dengan kandung kemih), kandung kemih, vagina, jaringan parut di dalam perut atau lapisan rongga dada. Kadang jaringan endometrium tumbuh di dalam paru-paru.

Endometriosis bisa diturunkan dan lebih sering ditemukan pada keturunan pertama (ibu, anak perempuan, saudara perempuan). Faktor lain yang meningkatkan risiko terjadinya endometriosis adalah memiliki rahim yang abnormal, melahirkan pertama kali pada usia di atas 30 tahun dan kulit putih.
Endometriosis diperkirakan terjadi pada 10-15% wanita subur yang berusia 25-44 tahun, 25-50% wanita mandul dan bisa juga terjadi pada usia remaja. Endometriosis yang berat bisa menyebabkan kemandulan karena menghalangi jalannya sel telur dari ovarium ke rahim.

Sedangkan fibroid Daging tumbuh non-kanker dalam rahim yang dapat muncul selama tahun-tahun masa subur seorang wanita. Penyebab fibroid tidak begitu dipahami. Faktor risiko yaitu riwayat keluarga fibroid, obesitas, atau masa awal pubertas.

Gejala termasuk perdarahan berat menstruasi, menstruasi yang lama, dan nyeri panggul. Dalam beberapa kasus, tidak ada gejala.
Penanganan berupa obat-obatan dan pengangkatan fibroid.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
artis

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top