Ciputra Artpreneur Kini Jadi Bagian dari SRILT

Ciputra Artpreneur kini menjadi bagian dari Silk Road International League of Theatres pasca penandatanganan kerja sama yang dilakukan bersama China Performing Arts Agency (CPAA).
Ilman A. Sudarwan | 24 November 2017 15:45 WIB
Direktur Ciputra Artpreneur Rina Ciputra Sastrawinata mengesahkan nota kesepahaman kerja sama dengan China Arts and Entertainment Group (CAEG), Jumat (24/11/2017). - Bisnis.com/Ilman Sudarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Ciputra Artpreneur kini menjadi bagian dari Silk Road International League of Theatres pasca penandatanganan kerja sama yang dilakukan bersama China Performing Arts Agency (CPAA).

Kerja sama ini akan memberi kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk menikmati sajian pertunjukan seni dari negeri Tirai Bambu. Selain itu, peluang juga menjadi terbuka bagi seni pertunjukan Indonesia untuk mentas di China.

CPAA adalah bagian dari China Arts and Entertainment Group (CAEG), sebuah badan kesenian yang dibuat dan dibiayai oleh kementerian kebudayaan China. Badan ini dikhususkan untuk mengurusi seni pertunjukan di negara mereka.

Nota kesepahaman ini adalah bagian dari Silk Road International League of Theatres (SRILT) antara Ciputra Artpreneur dari Indonsia dan CPAA Theatres dari China. Dengan mendantangani nota kesepahaman ini, Ciputra Artpreneur menjadi anggota ke-86 SRILT.

SRILT merupakan persatuan yang dibuat oleh Kementerian Kebudayaan China yang didirikan pada Oktober 2016. Sebelum Indonesia bergabung, mereka telah memiliki anggota dari 32 negara di seluruh dunia. Dua di antaranya adalah organisasi internasional.

Ketua CAEG Li Jin Sheng mengatakan mereka memilih Ciputra Artpreneur sebagai perwakilan dari Indonesia karena dari sekian banyak gedung teater di Indonesia, Ciputra Artpreneur adalah yang terbaik.

"Dalam gagasan one belt, one road tentang jalur sutra, tidak pas bila tidak ada Indonesia karena negara ini punya peran penting dalam sejarah jalur sutra di masa lalu. Kami melihat Ciputra adalah yang paling bagus dan paling konsisten berkontribusi untuk dunia seni di Indonesia," jelas Jin Sheng.

Sejalan dengan itu, Rina Ciputra Sastrawinata mengungkapkan Ciputra memang selama ini berupaya untuk memfasilitasi kebutuhan berkesenian masyarakat Indonesia. Tidak hanya bagi para penampil, tetapi juga untuk para penikmat seni.

"Ayah saya dari dulu punya visi agar Indonesia punya tempat berkesenian kelas dunia. Dia menganggap seni sebagai sesuatu yang harus bisa diakses oleh siapa saja. Oleh karenanya kami membangun Ciputra Artpreneur, dengan konsep seperti ini. Semua orang bisa mengakses seni dari mall di sini," kata Rina.

Rina berharap melalui kerja sama ini dapat menumbuhkan penghargaan yang lebih tinggi terhadap kesenian masing-masing negara. Dia berharap Indonesia dan China bisa saling saling mengenal dan meghargai kebudayaan.

"Bangsa yang baik adalah bangsa yang menghargai seni, bukan hanya kebudayaan dan seninya sendiri tetapi juga kebudayaan dan seni dari bangsa lain. Semoga kita bisa lebih saling mengenali kebudayaan masing-masing," katanya.

Tag : seni budaya
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top