Pentas Seni Pertunjukan EKI Update 3.0 Siap Digelar

Eksotika Karmawibhangga Indonesia (EKI) Dance Company bekerjasama dengan Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) menggelar pentas seni pertunjukan EKI Update 3.0 pada 28-30 November di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Pasar baru, Jakarta Pusat.
Dika Irawan | 28 November 2017 07:53 WIB

Bisnis.com, JAKARTA Eksotika Karmawibhangga Indonesia (EKI) Dance Company bekerjasama dengan Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) menggelar pentas seni pertunjukan “EKI Update 3.0” pada 28-30 November di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Pasar baru, Jakarta Pusat. 

Salah satu hal  yang berbeda dari pertunjukan EKI Update kali ini adalah keuntungan yang didapat dari hasil penjualan tiket akan disumbangkan untuk YPAC, untuk pembinaan anak-anak berkebutuhan khusus.

EKI Update adalah ajang rutin yang digelar EKI Dance Company untuk menemui penggemar seni pertunjukan dengan menyajikan karya-karya terbaru garapan koreografer EKI Dance Company yang senior maupun yang terbilang koreografer muda. Melalui EKI Update juga, EKI Dance Company berusaha menyuarakan sikap atau pendapat seputar fenomena kehidupan melalui karya. Untuk itu, selalu ada tema yang berbeda dalam setiap penyelenggaraan EKI Update.

Jika pada EKI Update 1.0 mengangkat tema #EtnikKekinian, kemudian tema #InArtWeUnite pada EKI Update 2.0, dalam EKI Update 3.0  EKI Update mengetengahkan tema #LyfeKidsJamanNow

EKI Update 3.0 adalah pertunjukan seni yang  mengemas tari, mini musikal, talkshow dan lainnya dalam satu sajian.  Adapun tamu yang mengisi sesi talkshow sepajang pertunjukan dari tanggal 28-30 November adalah penyanyi dan aktor  Morgan Oey (28 November), Duo DJ KMKZ & David Beatt (29 November);  komikal, aktor, penulis Ernest Prakarsa (30 November).

Mengenai tema #LyfeKidsJamanNow, menurut Aiko Senosoenoto, selaku produser EKI Update 3.0, banyak orang beranggapan bahwa kids jaman now adalah generasi instan atau pemuja kebebasan semata hingga ada juga yang menyebut ‘mental tempe’ kepada mereka yang belakangan populer juga dengan sebutan anak milenial.

Padahal, kids jaman now sangat random, tidak bisa ada keseragaman dan berubah-ubah dengan cepat.  Jika dulu ada masa semua orang suka breakdance atau ballroom dance, kini  tidak ada anak milenial yang menyukai satu hal yang sama.

“Satu hal yang pasti, anak jaman now ada karena generasi terdahulu dan mereka adalah pemegang tongkat estafet untuk masa depan. Untuk mengerti mereka tidak cukup dengan melihat dari luar atau menghakimi saja tapi kita perlu masuk, merasakan suasana yang ada,” ujar Aiko Senosoenoto dalam siaran pers, Senin (27/11/2017).

#LyfeKidsJamanNow tentunya juga dialami oleh mereka yang berkebutuhan khusus. EKI Dance Company mengerti hal ini dan oleh karenanya bekerjasama dengan YPAC. Ketua YPAC Jakarta, Ibu Purnamawati Muki Reksoprodjo mengucapkan terima kasih atas terjalinnya kerjasama ini.

“Selama ini anak-anak berkebutuhan khusus dipandang sebagai anak yang tidak mampu, minder dan sebagainya. Bersama EKI Dance Company, kita akan bisa melihat mereka menyanyi, menari dan dengan percaya diri melakukan itu semua dihadapan banyak orang, di atas pentas. Tentu tidak mudah, tapi mereka bisa,“ katanya.

 

Tag : seni
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top