Polisi Buru P, Pemasok Narkoba ke Anak Pedangdut Elvy Sukaesih

Polisi masih memburu pemasok narkoba artis Dhawiya Zaida dan tunangannya, Muhammad. Dhawiya adalah putri ratu dangdut Elvy Sukaesih. Dia ditangkap saat pesta sabu bersama Syehan dan Chauri Gitakeduanya kakak dan ipar Dhawiyapada 16 Februari 2018.
JIBI | 23 Februari 2018 08:15 WIB
Tersangka kasus narkoba yang merupakan putri pedangdut senior Elvy Sukaesih, Dhawiya Zaida (tengah) dihadirkan saat rilis kasus narkoba di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (17/2). Dhawiya Zaida ditangkap bersama tiga orang lainnya yaitu Seyhan, Chauri Gita, serta kekasih Dhawiyah bernama Muhammad saat melakukan pesta narkoba di rumahnya dikawasan Cawang, Jakarta pada Jumat (16/2) dengan barang bukti sabu seberat 1,32 gram beserta sejumlah alat hisap dan barang bukti lainya. ANTARA FOTO - Meli Pratiwi

Bisnis.com, JAKARTA - Polisi masih memburu pemasok narkoba artis Dhawiya Zaida dan tunangannya, Muhammad. Dhawiya adalah putri ratu dangdut Elvy Sukaesih. Dia ditangkap saat pesta sabu bersama Syehan dan Chauri Gita—keduanya kakak dan ipar Dhawiya—pada 16 Februari 2018.

BACA : Seluruh Anak Elvy Sukaesih Pakai Narkoba

Penangkapan pertama di rumah Elvy di kawasan Cawang, Jakarta Timur, itu dilakukan terhadap Muhammad dengan barang bukti sabu sebanyak 0,38 gram. Dari Dhawiya, polisi menyita dua paket masing-masing 0,45 gram yang masih utuh dan 0,44 gram yang sedang dinikmati bersama kakak dan iparnya.

Kepada polisi yang memeriksanya Dhawiya dan Muhammad mengaku mendapatkan paket-paket sabu itu dari seorang pria berinisial P. Keduanya mendatangi rumah P beberapa saat sebelum ditangkap.

"Mereka bahkan sempat pakai sabu di rumah P ini. Untuk pemanasan katanya," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, di kantornya pada Kamis (22/2/2018).

Menurut pengakuan Dhawiya, P pernah bekerja sebagai sopir di manajemen artis tempat Dhawiya bernaung. Keduanya kini sudah sama-sama meninggalkan manajemen itu.

“Tersangka mengaku mengenal P sejak beberapa tahun lalu,” katanya.

Kepala Subdirektorat Narkotika Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Calvijn Jean, menuturkan bahwa penyidik juga sedang mendalami kemungkinan adanya pemasok lain. Penyidik merujuk pada pengakuan para tersangka yang sudah mengkonsumsi narkotik sejak dulu.

Dhawiya mengaku telah terjerat sejak 2010, sedangkan Muhammad sejak 2007 dan Syehan sejak 2005.

 "Tapi, kami dalami dulu sesuai barang bukti yang kemarin ditemukan. Itu memang dapat dari P," kata Calvijn.

Selain itu, Calvijn menambahkan, penyidik masih mendalami dugaan Dhawiya sebagai pengedar. Dugaan berasal dari temuan timbangan digital dan plastik klip di kamar artis pelawak dan penyanyi tersebut.

Kemarin, polisi resmi memindahkan Dhawiya, Muhammad, Syehan, dan Chauri ke Rumah Tahanan Narkoba Polda Metro Jaya. Keempatnya akan ditahan selama 20 hari ke depan. Syehan, yang mengidap tuberkulosis, dan Chauri, yang tengah hamil tua sementara waktu akan dibantarkan di rumah sakit setempat.

Selain keempat tersangka, polisi sempat menahan anak Elvy Sukaesih, Ali Zaenal Abidin, yang juga kakak Dhawiya. Berdasarkan hasil penyelidikan, Ali tidak ditetapkan sebagai tersangka karena tak ditemukan bukti sabu pada dirinya.

"Yang bersangkutan (Ali) positif narkoba, tapi tidak ditemukan barang bukti, sehingga statusnya saksi dan direhabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat," kata Argo.

 

Sumber : Tempo

Tag : narkoba
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top