Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Studio Hanafi Hadirkan Diskusi untuk Regenerasi Seniman

Studiohanafi di Depok, menggelar beragam acara sepanjang akhir pekan lalu. Dimulai dengan orasi kebudayaan oleh sejarawan J.J. Rizal dan pembukaan pameran perupa Ugo Untoro pada Jumat (23/3/2018), hingga diskusi bersama para mahasiswa dari berbagai universitas yang berlangsung hingga sejak Sabtu (24/3/2018) hingga Minggu (25/3/2018).
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 26 Maret 2018  |  14:24 WIB
Suasana di Studiohanafi - Studiohanafi.com
Suasana di Studiohanafi - Studiohanafi.com

Bisnis.com, JAKARTA – Studiohanafi di Depok, menggelar beragam acara sepanjang akhir pekan lalu. Dimulai dengan orasi kebudayaan oleh sejarawan J.J. Rizal dan pembukaan pameran perupa Ugo Untoro pada Jumat (23/3/2018), hingga diskusi bersama para mahasiswa dari berbagai universitas yang berlangsung hingga sejak Sabtu (24/3/2018) hingga Minggu (25/3/2018).

Diskusi diikuti oleh mahasiswa seni dan desain komunikasi visual dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Institut Kesenian Jakarta (IKJ), dan Universitas Bina Nusantara. Selain itu, beberapa komunitas sketsa dan gambar di Jakarta juga ikut dalam diskusi tersebut.

Setiap peserta diskusi tersebut membawa karya mereka masing-masing dan mempresentasikannya di Galerikertas, Studiohanafi. Ugo bersama Hanafi kemudian memberikan saran dan kritik kepada setiap perupa tersebut.

Ugo mengatakan, para peserta memiliki kekuatan dan ciri khasnya tersendiri. Hanya saja, belum satupun dari para peserta itu yang berhasil mengeluarkan potensi terbaik dari kekuatannya. Dia menilai, masih banyak ruang yang bisa dikembangkan oleh para perupa muda tersebut.

Dia juga mengatakan, para peserta diskusi telah menunjukkan kreativitas dan teknik pengolahan yang cukup mumpuni. Menurutnya, perkembangan teknologi yang begitu pesat membuat mereka lebih cepat menyerap ilmu, teknik, dan referensi visual dari berbagai penjuru dunia.

“Akan tetapi, saya merasa ada bagian yang hilang dari karya anak-anak muda ini. Mereka rasanya tidak benar-benar menghadirkan diri mereka dalam karyanya,” katanya.

Seluruh karya yang dipresentasikan merupakan karya yang dibuat dalam medium kertas. Aplikasinya beragam, ada yang membuat sketsa atau drawing hingga model tiga dimensi. Galerikertas sendiri memang berfokus pada upaya pencarian bahasa baru yang menunjukkan perkembangan karya kreatif dengan kertas.

Galerikertas adalah ruang pameran untuk karya seni visual dan seni rupa yang menggunakan kertas sebagai medium kreativitas berkarya perupa. Karya yang dihadirkan sebelumnya bisa berupa sketsa, desain, rancangan arsitektural, hingga komposisi not musik.

Direktur Studiohanafi, Hanafi mengatakan bahwa kehadira galeri dan program-progmanya diharapkan dapat mempercepat proses regerasi seniman, dengan adanya ruang pameran dan diskusi yang lebih terbuka untuk para perupa muda.

“Galerikertas adalah galeri yang membawa kita ke masa lalu. Apa yang dikhawatirkan dari kertas bukanlah fisiknya, melainkan tersisihnya ide, gagasan dan sensitifitas berkarya dengan kertas. Tujuan kami adalah menemukan kembali yang hilang, dan menanam kembali sesuatu yang lebih subur di Galerikertas,” katanya

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

seni rupa
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top