Tidak Pedulikan Kompetitor, Yang Penting Kualitas Produk

Keunikan produk juga menjadi modal besar untuk memperkenalkan suatu produk sehingga bisa diterima konsumen. Hal lainnya adalah kemampuan diri untuk memperkenalkan produk yang bisa diterima konsumen dan pasar.
Bambang Supriyanto | 28 Maret 2018 14:04 WIB
Larry D. Kruguer, Chief Operating Officer and EVP Wingstop.Inc dan Charlie Morrison, Chairman and CEO Wingstop Inc., saat memberikan penjelasan seputar ekspansi Wingstop - Jibi

Keunikan produk juga menjadi modal besar untuk memperkenalkan suatu produk sehingga bisa diterima konsumen. Hal lainnya adalah kemampuan diri untuk memperkenalkan produk yang bisa diterima konsumen dan pasar.

“Kami tidak khawatir dengan competitor tetapi kami lebih mencemaskan soal ability,” ujar Larry D. Kruguer , Chief Operating Officer and EVP Wingstop.Inc, belum lama ini.

Salah satu upaya ekspansi adalah pembukaan restoran Wingstop teranyar di FX Plaza, Sudirman pada Sabtu (10/3).

Di Indonesia Wingstop Inc., menggandeng Grup Mahadya sejak 3,5 tahun silam atau pada 2014. Bentang sayap Wingstop terus berlanjut karena potensi pertumbuhan pasar Indonesia sangat besar.

Menurut Charlie Morrison, Chairman and CEO Wingstop Inc., pasar Indonesia menjadi salah satu yang paling kuat. Wingstop sudah memiliki 22 gerai di Indonesia.

“Kami akan menambah sekitar 6 gerai-10 gerai baru. Indonesia adalah pasar penting bagi Wingstop dan punya potensi sangat besar. Kami ingin memiliki 60 gerai di Indonesia hingga 5 tahun ke depan,” tegasnya.

Dia mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar yang sangat atraktif dalam skema ekspansi Wingstop Inc. secara global. Perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat ini kini memiliki 106 gerai di seluruh dunia. Jumlah tersebut tidak termasuk 1.133 gerai yang berada di Negeri Paman Sam.

Dengan demikian, sambungnya, dalam waktu lebih dari 3 tahun di Indonesia telah memberikan kontribusi jumlah gerai sekitar 20%. “Dari sekitar 106 gerai di luar AS, sebanyak 22 gerai berada di Indonesia.”

Charlie menegaskan bahwa ekspansi pasar internasional merupakan salah satu rencana bisnis Wingstop pada tahun ini, termasuk ekspansi di luar Jabodetabek. “Kami menargetkan menjadi top 10 perusahaan fast food dunia.”

Pada tahun ini, sambungnya, Wingstop akan membuka empat gerai baru di London, Inggris, Prancis, serta di Australia dan Panama. Dengan demikian, ungkapnya, hadir di 30 negara.

Dia menjelaskan bahwa penjualan Wingstop secara global menembus angka lebih dari US$1 miliar pada 2017, atau tumbuh 17% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Hanya saja, Larry dan Charlie tidak bersedia mengungkapkan berapa besar kontribusi penjualan dari pasar Wingstop di Indonesia.

“Yang pasti, penjualan Wingstop di Indonesia adalah nomor satu. Indonesia adalah pasar penting bagi kami. Setiap tahun bisa tumbuh 2 digit.”

Mereka juga tidak ingin membeberkan soal revenue tetapi penjualan Wingstop Kami juga tidak ingin membicarkan soal revenue, tetapi bisa memberikan penjualan dua kali lipat kepada investor.

Selain soal pertumbuhan revenue yang sangat bagus, menurutnya, soal delivery Wingstop juga dinilai konsumen memuaskan. Salah satu mitra yang digandeng adalah Go-Jek.

Kualitas

Menurut Kruguer, bahan baku sayap Wingstop menggunakan sepenuhnya dari pasokan pasar di Indonesia sehingga keberadaan Wingstop juga memberdayakan peternak ayam di Indonesia. Dengan kata lain, tegasnya, tidak ada bahan baku sayap yang diimpor.

“Kualitas bahan baku sangat penting tetapi semakin besar ukuran sayap juga penting. Biger is better,” tegasnya.

Di samping itu, sambungnya, Wingstop juga menawarkan menu yang bisa memenuhi selera para generasi milenial. Wingstop menawarkan sejumlah rasa yang berbeda sesuai dengan selera pengunjung.

Wingstop biasanya melakukan jajak pendapat sebelum merilis menu baru dengan memberikan kesempatan kepada konsumen untuk mencoba. Dalam hal ini, perusahaan mengandalkan summer spice yang berada di Indonesia

Selain itu, sambungnya, perusahaan juga melakukan riset dan dikatakan berhasil jika bisa diterima oleh lebih dari 60% responden. “Jika mencapai 80% itu comfortable success.”

Jadi, tegas Kruguer, buat apa memikirkan kompetitor. Lebih baik perusahaan meningkatkan kemampuan diri, terutama dalam hal menciptakan flavor yang bisa diterima pasar. The flavor expert menjadi satu kata kunci keberhasilan melebarkan sayap Wingstop di Indonesia.

Tag : kuliner
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top