PAMERAN SENI: Dua Seniman Berkolaborasi dalam 'The Color of Life'

Galeri House of Sampoerna (HoS) Surabaya menggelar pameran bertajuk The Color of Life, yang menyertakan 30 karya lukis hasil kolaborasi dua seniman yaitu Agus Koecink dan I Made Somadita.
Wike Dita Herlinda | 03 April 2018 20:11 WIB
Ilustrasi - Youtube

Binsis.com, JAKARTA — Galeri House of Sampoerna (HoS) Surabaya menggelar pameran bertajuk The Color of Life, yang menyertakan 30 karya lukis hasil kolaborasi dua seniman yaitu Agus Koecink dan I Made Somadita.

Pameran yang akan diselenggarakan sepanjang 6 — 28 April 2018 itu menggambarkan ragam warna kehidupan dan kebudayaan Bali yang bersanding dengan harmonis dalam karya seni kedua seniman tersebut.

Menurut Agus Koecink, Bali merupakan ‘masa lalu yang hilang dari Jawa’. Seniman sekaligus kurator kelahiran Tulungagung pada 1967 itu mengungkapkan bahwa ketika menginjakkan kaki di Bali, dia merasa menemukan kembali masa lalu itu.

“Suasana lingkungan, seni, budaya, dan masyarakatnya memberikan gambaran atau imajinasi kehidupan di Pulau Jawa pada masa Kerajaan Majapahit,” ujarnya dalam siaran pers yang dilansir pada Selasa (3/4/2018).

Salah satu karya yang dipamerkan berjudul Unity menggambarkan tentang sebuah hubungan antara manusia, alam dan hewan. Ada juga karya berjudul Sehabis Sembayang 2 yang menceritakan hubungan manusia dengan Tuhan.

Bagi I Made Somadita yang lahir pada 1982 dan dibesarkan di Tabanan, Bali merupakan tempat percampuran budaya yang saling silang.

Menurut pria yang pernah mengikuti pameran bersama di Malaysia, Thailand, Filipina, dan Jerman itu, satu budaya membutuhkan budaya lainnya agar tumbuh dan berkembang bersama nilai-nilai yang ada pada budaya asalnya.

“Segala sesuatu saling bergantung dan terkoneksi. Berangkat dari pemahaman itulah [saya] menuangkan ide kreatif ke dalam karya lukis berjudul Interconnection, Interdependent, dan The Color of Life,” jelasnya.

Agus menambahkan latar belakang budaya yang berbeda antara dia dan Made Somadita memberikan gagasan tentang kekuatan elemen seni rupa baik dari segi warna, garis, dan bentuk sebagai pesan untuk membangun citra artistik.

“Seperti dalam pameran ini, kami menawarkan proses penciptaan intuitif baik melalui garis, warna, komposisi, dan bentuk yang terinspirasi dari suasana hiruk pikuk dinamika masyarakat Bali,” ujarnya.

Dia mengatakan warna-warna dalam kehidupannya dan Made Somadita merupakan refleksi atas proses yang dilalui dalam kehidupan sehari-hari mereka ketika berbaur mencari inspirasi. “Apakah warna yang tervisualisasi merupakan simbol yang bermakna atau warna hanya sekadar mewakili emosi yang lahir dari dalam jiwa.”

Tag : pameran seni
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top