Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dokter Terawan Dipecat, Begini Komentar Bijak Emil Salim

Profesor emeritus Universitas Indonesia (UI) Emil Salim berkomentar bijak atas kasus pemecatan Kepala Rumah Sakit Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Dr dr Terawan Agus Putranto SpRad.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 07 April 2018  |  09:20 WIB
Emil Salim - Antara
Emil Salim - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Profesor emeritus Universitas Indonesia (UI) Emil Salim berkomentar bijak atas kasus pemecatan Kepala Rumah Sakit Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Dr dr Terawan Agus Putranto SpRad.

Emil Salim yang juga penggiat lingkungan dan penanggulangan bahaya merokok ini mencuit lewat akun Twitter-nya @emilsalim2010 pada 5 April 2018 sebanyak dua kali.

Pada cuitan pertama Emil menuliskan bahwa pemecatan sementara dokter Terawan perlu diselesaikan menurut etika profesi kedokteran. Sebagai orang awam, sebaiknya berdiam diri menunggu keputusan.

@emilsalim2010 : Pemecatan sementara dr.Terawan perlu diselesaikan menurut etika profesi kedokteran. Kita orang awam sebaiknya berdiam diri nunggu keputusan.

Kemudian, Emil juga mencuit bahwa profesi kedokteran menyangkut nyawa manusia, sehingga etikanya perlu ditegakkan dengan jujur dan obyektif mengikuti sumpah profesi kedokteran.

@emilsalim2010 : Professi kedokteran menyangkut nyawa manusia sehingga etikanya perlu ditegakkan dgn jujur dan obyektif mengikuti sumpah profesi kedokteran.

Seperti diberitakan, Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) PB IDI memecat sementara Terawan karena melakukan pelanggaran etik serius, dan dikenai sanksi pemecatan sementara selama setahun dari 26 Februari 2018 hingga 25Februari 2019. Surat pemecatan itu diteken Ketua MKEK dr Prijo Sidipratomo SpRad.

Pemecatan itu menuai beragam komentar di media sosial, dan media massa oleh para politisi, mantan pasien dokter Terawan, pengusaha seperti Aburizal Bakrie, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, hingga Wapres Jusuf Kalla.

Komentar-komentar tersebut umumnya menyayangkan pemecatan sementara Terawan sebagai anggota IDI, dan berdampak pada bahwa dia tak bisa praktik selama diskors.

1 dari 4 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

stroke
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top