RESENSI BUKU: Mengulik Konspirasi Russia

Dalam sejarah politik modern, kita telah banyak membaca dan mempelajari tentang dua bangsa yang berseteru dan menjadi musuh bebuyutan. Salah satu yang selalu menarik untuk diperhatikan adalah pasang surut relasi antara Amerika Serikat dan Russia.
Wike Dita Herlinda | 07 April 2018 16:57 WIB
Bendera Federasi Rusia di Kedutaan Besar Rusia di Washington, Amerika Serikat. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA—Dalam sejarah politik modern, kita telah banyak membaca dan mempelajari tentang dua bangsa yang berseteru dan menjadi musuh bebuyutan. Salah satu yang selalu menarik untuk diperhatikan adalah pasang surut relasi antara Amerika Serikat dan Russia.

Kendati keduanya sudah lama mengakhiri perang dingin dan tak jarang tampak bersanding dengan wajah ramah di kancah diplomasi, kedua ekonomi raksasa itu sepertinya belum bisa mencabut akar pahit yang bersumber dari cerita kelam dari masa lalu.

Ada begitu banyak terbitan buku yang khusus mengupas tentang seluk beluk konflik terselubung antara ‘Sang Elang’ AS dan ‘Sang Beruang’ Russia di era modern. Meskipun demikian, kisah-kisah tersebut tidak pernah membosankan untuk ditelaah.

Melengkapi rentetan buku nonfiksi soal seteru tak kasat mata dari kedua negara tersebut, dua jurnalis politik kawakan Michael Isikoff dan David Corn membedah satu lagi teori konspirasi yang melibatkan intelejen Kremlin dalam perpolitikan Negeri Paman Sam.

Konspirasi tersebut diulas dalam jilidan bertajuk Russian Roulette: The Inside Story of Putin’s War on America and the Election of Donald Trump. Bagi pembaca yang kurang sepaham atau tidak percaya dengan peliknya teori konspirasi, buku ini mungkin terdengar tidak masuk akal.

Bagaimanapun, ada alasan mengapa bacaan ini bertahan di posisi puncak pemeringkatan The New York Times Best Seller untuk kategori buku nonfiksi sampul keras sejak pekan pertama penerbitannya pada akhirMaret 2018.

Buku ini membedah skema konspirasi dan espionase yang mengejutkan dibalik terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS ke-45. Menurut penelitian Isikoff dan Corn, terpilihnya Trump merupakan hasil dari intervensi Russia atas sokongan Presiden Vladimir Putin.

Buku ini meramu cerita klasik tentang intrik internasional, espionase siber, dan persaingan antarnegara adidaya. Namun, sebagaimana buku teori konspirasi lainnya, banyak hal di dalam buku ini yang perlu dibuktikan lebih jauh melalui investigasi yang lebih holistik.

Isikoff dan Corn menceritakan dan mengeksplorasi berbagai skandal aneh yang terjadi di AS, lantas mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di balik skandal-skandal tersebut. Mereka menyimpulkan satu benang merah, yaitu telah terjadi infiltrasi Rusia dalam sistem pemerintahan AS.

“Setelah hubungan AS-Russia memburuk, Putin mengerahkan kekuatan Russia dengan mengutus para peretas terbaik Moskwa untuk menginfiltrasi sistem politik AS. Mereka lantas mengeksploitasinya lewat WikiLeaks untuk mendiseminasi informasi rahasia yang dapat mempengaruhi hasil Pilpres 2016,” papar mereka.

Lebih lanjut, mereka mengklaim espionase Russia tersebut ditujukan untuk menginterfensi pesta demokrasi di AS. Pada akhirnya, Trump yang sejak awal menginginkan perjanjian bisnis dengan Russia pun menang.

Secara umum, buku ini sangat sesuai bagi para penggemar berat teori konspirasi dan bacaan-bacaan nonfiksi politik internasional, serta isu-isu global kekiinan. Sebagai sumber perdebatan, buku ini mengupas kejanggalan hubungan antara Trump, Putin, inner circle mereka, serta apa kepentingan politis dan bisnis keduanya.

Judul              : Russian Roulette: The Inside Story of Putin’s War on America and the Election of Donald Trump

Penulis            : Michael Isikoff, David Corn

Penerbit          : Twelve

Tebal              : 352 halaman

Cetakan          : Pertama, Maret 2018

ISBN-11         : 153-872-875-3

ISBN-13         : 978-153-872-875-8

Tag : resensi buku
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top