Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ingin Memodifikasi Mobil Menjadi Karavan? Perhatikan Hal-Hal Berikut Ini

Memodifikasi kendaraan menjadi karavan atau campervan sudah banyak dilakukan di luar negeri. Namun, di Indonesia baru segelintir kalangan saja yang melakukan modifikasi tersebut untuk keperluan piknik atau perjalanan jauh.
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 11 April 2018  |  17:52 WIB
Caravan - caravan klub
Caravan - caravan klub

Bisnis.com, JAKARTA — Memodifikasi kendaraan menjadi karavan atau campervan sudah banyak dilakukan di luar negeri. Namun, di Indonesia baru segelintir kalangan saja yang melakukan modifikasi tersebut untuk keperluan piknik atau perjalanan jauh.

Biaya modifikasi dan ongkos perawatan yang relatif mahal adalah alasan mengapa tren berwisata menggunakan karavan atau campervan belum begitu populer dilakukan oleh perseorangan di Indonesia.

Namun, sebenarnya sudah ada beberapa perusahaan yang telah melayani modifikasi kendaraan untuk dijadikan ‘hotel berjalan’ nan mewah. Salah satunya adalah PT Bahana Selaras alias Baze, yang berbasis di Gunung Putri, Bogor.

Lantas, seperti apakah modifikasi kendaraan menjadi campervan mewah?

Panca, Head Marketing PT Bahana Selaras/Baze, mengatakan hal pertama yang harus diperhatikan sebelum memodifikasi mobil menjadi karavan adalah memilih jenis mobil yang tepat. Sebab, sebenarnya di Indonesia belum ada kendaraan yang spesifik untuk karavan.

Biasanya, kata Paca, kendaraan yang cocok disulap menjadi karavan adalah yang memiliki body besar seperti big bus, bus, Mercedes-Benz Sprinter, atau Toyota HiAce.

“Itu sebenarnya langkah yang paling penting. Mengenai interiornya, modifikasi bisa dilakukan seperti apapun keinginan konsumen. Misalnya, untuk bus kapasitas 50 kursi, bisa disulap menjadi karavan mewah dengan kapasitas hanya 10 atau 15 orang saja,” jelasnya.

Selain itu, saat memodifikasi, yang pasti harus menjadi prioritas adalah soal keamanan. “Kami harus memikirkan bagaimana agar kendaraan tetap aman saat sedang berjalan, maupun sedang berhenti.”

Desain harus dirancang agar penumpang tetap aman meskipun berada di dalam toilet atau kamar tidur, atau ruang rapat, saat kendaraan sedang berjalan atau dalam keadaan macet. Pemodifikasi harus tetap menyediakan bangku atau kursi penumpang dengan sabuk pengaman.

Satu hal lagi, pada mobil campervan atau motorhome, pemodifikasi selalu menyediakan tenaga listrik tambahan dari genset. Sehingga, saat mobil dalam kondisi mati sekalipun, AC, televisi, dan lain sebagainya tetap bisa menyala.

Panca mengatakan di Indonesia, modifikasi karvan biasanya lebih bersifat seperti motorhome atau rumah berjalan. Kapasitasnya tergantung pada permintaan konsumen. Mobil apa saja sebenarnya bisa digunakan, tetapi lebih baik yang memiliki ruang kabin besar.

Fasilitas yang banyak diminati biasanya berupa kamar tidur, ruang rapat, ruang karaoke, dan toilet. Banyak juga konsumen yang menggunakan bus, medium bus, dan big bus untuk dijadikan kendaraan VIP. Di dalamnya dipasang captain seat yang bisa berputar, sofa, dan toilet.

“Sejauh ini pemesan modifikasi paling banyak datang dari perorangan, tetapi ada juga yang perusahaan. Biasanya dari kalangan selebritas, pejabat, partai politik, atau agen travel. Penggunaannya paling banyak untuk perjalanan wisata. Kalau pemesannya sendiri paling banyak masih didominasi oleh konsumen di Jabodetabek, tetapi banyak juga yang dari Makassar, Bali, dan Medan,” tuturnya.

Sekadar tip dan trik jika ingin memodifikasi mobil menjadi karavan, Panca menyarankan untuk memperhatikan jenis kasis yang ada pada kendaraan. Kalau sudah baru konsultasikan desainnya seperti apa dan untuk kebutuhan apa. Sebab, setiap konsumen memiliki alasan dan kebutuhan yang berbeda-beda dalam memodifikasi kendaraan menjadi karavan.

“Ada yang memang ditujukan untuk jalan-jalan atau motorhome, ada juga yang untuk kebutuhan lain. Kalau sudah menentukan apa kebutuhannya, baru nanti bisa dilihat tipe bangkunya seperti apa yang sesuai, berapa kapasitas penumpangnya, apakah ingin ada kamar tidurnya, kamar mandinya, dan sebagainya,” ujarnya.

Mengenai biaya modifikasi, Panca mengaku setiap karavan memiliki biaya yang berbeda-beda tergantu peruntukan. Selain itu, dia mengatakan tidak ada perizinan khusus yang dibutuhkan untuk memodifikasi kendaraan menjadi karavan selama tidak mengubah bentuk eksterior kendaraan.

Menurut Panca, tren modifikasi kendaraan menjadi karavan ke depannya akan semakin populer di Indonesia. Apalagi, kebutuhan masyarakat untuk traveling semakin tinggi.

“Kebutuhan modifikasi untuk segmen pribadi pun makin tinggi. Banyak orang yang tidak puas hanya dengan mobil standar, sehingga ingin dimodifikasi sesuai keingginan mereka. Jadi, pasarnya di Indonesia sebenarnya sudah mulai terbentuk,” jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mobil
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top