Lemak Ikan Bisa Cegah Risiko Terkena Penyakit Jantung

Lemak ikan ternyata dapat membantu mencegah risiko terkena penyakit jantung jika dikonsumsi secara rutin.
Newswire | 23 April 2018 09:28 WIB
Pekerja memilah ikan untuk dipasarkan di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta, Selasa (30/1). - ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA -- Lemak ikan ternyata dapat membantu mencegah risiko terkena penyakit jantung jika dikonsumsi secara rutin.

Menurut studi dalam jurnal Molecular Nutrition & Food Research, mengonsumsi lemak ikan empat kali dalam seminggu dapat meningkatkan jumlah kolesterol baik dan mencegah risiko penyakit jantung.

Seperti dilansir dari Antara, Senin (23/4/2018), lemak ikan dapat meningkatkan ukuran dan komposisi lipid partikel High-Density Lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik pada orang yang mengalami gangguan metabolisme glukosa.

Selain itu, 30 ml minyak camelina dengan kandungan asam alfa-linoleat, yang merupakan asam lemak omega-3, juga bisa mengurangi jumlah partikel Intermediate-Density Lipoprotein (IDL) berbahaya. Lipoprotein IDL adalah prekursor dari Low-Density Lipoprotein (LDL), yang dikenal sebagai kolesterol jahat.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa asam lemak omega-3 rantai panjang yang ditemukan pada ikan memiliki efek menguntungkan pada ukuran dan komposisi lipoprotein. Tim peneliti dari University of Eastern Finland menyampaikan bahwa zat ini dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Studi tersebut melibatkan hampir 100 laki-laki dan perempuan Finlandia berusia 40-72 tahun yang mengalami gangguan metabolisme glukosa.

Partisipan dibagi secara acak menjadi empat kelompok untuk intervensi 12 pekan, yang mencakup kelompok yang diberi minyak camelina, kelompok yang diberi ikan berlemak, kelompok yang tak diberi lemak ikan, dan kelompok kontrol.

Hasilnya, kelompok yang diberi minyak camelina tercatat memiliki kadar lemak ikan HDL yang potensinya lebih tinggi dan tingkat kolesterol IDL-nya lebih rendah ketimbang partisipan yang tak mendapat lemak ikan.

Namun, tim peneliti menyatakan hal ini tidak berhubungan dengan perubahan jumlah, ukuran, atau komposisi partikel lipoprotein.

Sumber : Antara

Tag : kesehatan, ikan
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top