Kurangi Sampah & Hindari Maag dengan Makan Bijak

Fenomena sampah makanan ini membuat Mylanta mengeluarkan kampanye dan gerakan Makan Bijak. Gerakan ini untuk membantu mengurangi sampah makanan.
Asteria Desi Kartika Sari | 16 Mei 2018 21:14 WIB
Lambung dan gangguan maag - stomachpicture.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Dinas Kebersihan DKI Jakarta pada 2016 pernah mencatatkan adanya peningkatan volume sampah sebesar 10% hanya pada 10 hari Ramadhan. Sampah tersebut didominasi oleh sampah organik seperti sisa makanan.

Fenomena sampah makanan ini membuat Mylanta mengeluarkan kampanye dan gerakan Makan Bijak. Gerakan ini untuk membantu mengurangi sampah makanan.

Tak hanya mengurangi sampah, makan bijak juga dapat membantu untuk menjaga kesehatan perut. Assistant Brand Manager Mylanta, Dinda Parameswara mengatakan, makan bijak dapat diartikan tidak makan berlebihan atau makan sesuai dengan porsi yang dibutuhkan. "Jadi makan apa yang kita butuhkan, atau apa yang kita mau," kata Dinda di Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Apalagi, dia menceritakan berdasarkan studi sebesar 63% maag terjadi karena pola makan. Sebesar 2,5 juta orang berpotensi terkana maag karena kebanyakan makan.

Oleh karena itu, penyakit maag bukan hanya karena makan tidak teratur, namun juga mengkonsumsi makanan secara tidak bijak seperti makan berlebihan juga dapat mempengaruhi kesehatan perut.

"Salah satunya seperti rasa begah dan tidak nyaman di perut. Jadi Mylanta ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih bijak dalam mengkonsumsi makanan sehingga pencernaan lebih terjaga, " jelanya.

Tag : sakit
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top