Ini 10 Cara Menangani Anak yang Suka Berbohong

Anak-anak berbohong untuk menyembunyikan hal salah yang telah mereka lakukan dan untuk menghindari konsekuensi negatif. Mereka mungkin berbohong kepada orang dewasa sesuai dengan situasi, misalnya, jika anak-anak ingin bermain maka mereka berbohong bahwa mereka ingin mengerjakan PR di luar dengan teman-temannya.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh - Bisnis.com 21 Juni 2018  |  08:52 WIB
Ini 10 Cara Menangani Anak yang Suka Berbohong
Ilustrasi anak - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Sering menghadapi anak yang berbohong? Anak-anak sering berbohong karena mereka tidak tahu perbedaan antara kebenaran dan kebohongan.

Anak-anak berbohong untuk menyembunyikan hal salah yang telah mereka lakukan dan untuk menghindari konsekuensi negatif. Mereka mungkin berbohong kepada orang dewasa sesuai dengan situasi, misalnya, jika anak-anak ingin bermain maka mereka berbohong bahwa mereka ingin mengerjakan PR di luar dengan teman-temannya.

Sejak dini, sebagai orang tua, Anda harus membuat anak-anak menyadari bahwa berbohong adalah kebiasaan buruk dan itu akan membuat mereka dekat dengan masalah. Anda harus mau menghabiskan waktu berharga bersama anak-anak dan mencoba menjelaskan pentingnya kejujuran lalu menjadikannya aturan rumah tangga.

Berikut 10 cara mengetahui alasan kebohongan anak-anak dan bagaimana mengatasinya, seperti dilansir dari Boldsky, Kamis (21/6/2018):

1. Jadikan diri Anda model bersikap jujur

Contohnya, ketika Anda sedang berada di restoran berkonsep all you can eat yang memberlakukan aturan anak kecil boleh makan gratis, jangan sekali-kali berbohong kepada pelayan tentang umur anak. Ingat, anak-anak akan selalu mencontoh perilaku Anda di kemudian hari.

2. Jelaskan untung ruginya antara bersikap jujur atau berbohong

Luangkan waktu untuk anak mengenal untung rugi bersikap jujur dan berbohong. Hal ini harus dijelaskan sedini mungkin agar si anak mengerti bahwa bersikap jujur akan lebih menguntungkan dibandingkan berbohong. Jelaskan dengan cara yang sangat sederhana yang mudah dimengerti anak sesuai usianya.

3. Berikan anak peringatan risiko jika dia berbohong

Sebagai contoh, ketika Anda menemukan anak berbohong atau menangkap mereka saat berbohong, beri satu peringatan atau kesempatan untuk memperbaiki kesalahan mereka. Daripada memarahi anak, minta mereka menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Lalu, buat mereka menyadari bahwa jika mereka kembali berbohong, maka mereka akan menerima hukuman tambahan.

4. Mencari bantuan profesional

Anda harus mencari bantuan profesional ketika berbohong menjadi ancaman serius bagi anak-anak. Misalnya, jika seorang anak berbohong dan menyebabkan masalah di sekolah, maka segeralah mencari bantuan profesional. Lebih baik menangani masalah pada tahap awal daripada berurusan dengan sikap berbohong yang lebih besar di kemudian hari.

5. Bedakan alasan kebohongan

Ada banyak alasan bagi anak-anak untuk berbohong dan tugas Anda sebagai orang tua adalah membedakan alasan kebohongan yang disampaikan. Ini akan membantu Anda mengembangkan rencana untuk menangani masalah kebohongan yang dilakukan anak.

Anak-anak prasekolah sering mengatakan kebohongan mengenai fantasi mereka. Dalam situasi ini orang tua harus bertanya apakah itu hal yang memang benar terjadi. Ini akan membuat mereka menyadari perbedaan antara realitas dan fantasi.

6. Diskusikan konsekuensi alami dari perbuatan berbohong anak

Ketika anak berbohong, biarkan anak Anda tahu tentang konsekuensi alami dari berbohong. Jelaskan kepadanya bahwa jika seseorang berbohong maka sulit bagi orang lain untuk mempercayainya, bahkan ketika dia mengatakan yang sebenarnya.

Buat dia menyadari bahwa masyarakat atau orang di sekitarnya tidak menyukai orang yang berbohong.

7.  Berikan contoh yang baik

Wajar jika anak-anak mempelajari segalanya dengan mengamati perilaku orang lain. Pastikan Anda tidak berbohong di depan anak karena secara tidak langsung atau secara tidak sengaja berarti mengajarkan anak bahwa berbohong dapat diterima.

8. Hargai kejujuran dan akui bahwa itu adalah sikap yang baik

Ketika anak dengan jujur mengatakan yang sebenarnya, hargai dan dukung mereka. Anda tidak tahu seberapa positif situasi ini.

Hargai mereka dengan kata-kata seperti, "Kamu benar-benar tumbuh dewasa, saya tahu betapa sulitnya untuk memberi tahu saya apa yang sebenarnya terjadi." Itu akan membuat mereka bangga bisa jujur terhadap Anda.

9. Jangan panggil anak dengan sebutan pembohong

Ini adalah hal paling penting yang harus diingat oleh orang tua karena jika Anda menyebut anak dengan sebutan pembohong maka itu akan memberikan dampak yang lama pada anak. Dia akan memandang dirinya sebagai seorang pembohong dan juga bertindak sesuai dengan sebutan itu. Pernyataan semacam ini akan berdampak negatif pada kehidupan anak.

10. Rayakan kesalahan

Ya, rayakan kesalahan anak bersamanya, karena itu akan membantu kita membuat pilihan yang lebih baik di masa depan. Jika anak tahu bahwa Anda tidak akan kecewa atau marah ketika mereka mengacau, mereka pasti akan berbagi segala sesuatu yang lebih jujur dengan Anda.

Dengan mengikuti panduan sederhana ini, Anda dapat dengan mudah mengatasi masalah ini dan juga dapat membuat mereka berhenti berbohong.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
parenting

Editor : Annisa Margrit
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top