Kisah di Balik "Bao", Pangsit Menggemaskan yang Muncul Sebelum "The Incredibles 2"

"Bao" garapan Pixar itu dibuat oleh Domee Shi, yang membuat film ini berdasarkan pengalamannya sendiri. Film tersebut mengisahkan seorang ibu etnis Tionghoa yang harus menghadapi kesepian karena ditinggalkan anak satu-satunya yang sudah dewasa.
Annisa Margrit | 21 Juni 2018 11:12 WIB
Film "Bao" garapan Pixar berkisah tentang hubungan anak dan ibu di keluarga Tionghoa. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Para penonton yang sudah menyaksikan "The Incredibles 2" di bioskop pasti tahu film "Bao", film pendek bertemakan keluarga yang sangat menyentuh.

"Bao" garapan Pixar itu dibuat oleh Domee Shi, yang membuat film ini berdasarkan pengalamannya sendiri. Film tersebut mengisahkan seorang ibu etnis Tionghoa yang harus menghadapi kesepian karena ditinggalkan anak satu-satunya yang sudah dewasa.

Pada awal film, digambarkan bahwa sang ibu selalu membuat pangsit untuk keluarganya. Suatu pagi, sebuah pangsit tiba-tiba berubah dan memiliki tubuh, tangan, serta kaki.

Meski sempat kaget, tapi sang ibu sangat bahagia karena dapat kembali merawat "seorang" anak. Mereka selalu bersama, baik ketika berbelanja di pasar, berolahraga di taman, hingga mencicipi roti dari toko langganan.

Sayangnya, hal ini tidak berlangsung lama karena si "anak" yang sudah dewasa mulai memberontak. Akhirnya, sang ibu melakukan sesuatu yang tak terpikirkan untuk menahan agar anaknya tidak keluar dari rumah. 

Shi, yang sekarang berusia 28 tahun, adalah perempuan pertama yang menyutradari film pendek Pixar. Awalnya, dia khawatir film ini akan terasa terlalu gelap atau terlalu spesifik pada tertentu bagi Pixar.

Namun, produser Pixar Becky Neiman mengatakan mereka justru ingin memperluas cerita yang disampaikan. Selain itu, semua pihak setuju memasak dan makan bersama sebagai keluarga adalah ide yang baik.

Dilansir dari Time, Kamis (21/6/2018), Shi mengaku dirinya adalah anak tunggal dan merasa terlalu dilindungi oleh ibunya.

"Ketika kecil, saya merasa terlalu dilindungi, seperti pangsit kecil. Ibu saya selalu memastikan saya tidak pernah terlalu jauh darinya, bahwa saya aman. Saya ingin mengeksplorasi hubungan antara orang tua China yang terlalu protektif dan anak-anaknya dengan menggunakan pangsit sebagai metafora," paparnya.

Shi mengungkapkan ibunya selalu berada di dekatnya ketika dia beranjak dewasa dan mengatakan hal-hal seperti, "Aku berharap bisa memasukkan kamu kembali ke dalam perutnya supaya tahu dengan pasti di mana kamu berada setiap saat."

Menurutnya, hal itu manis tapi juga menyeramkan. Shi juga bercerita dia selalu membuat pangsit bersama ibunya pada akhir pekan dan masa liburan.

Adapun Neiman menuturkan kisah "Bao" sangatlah universal sehingga semua kru film itu pun bisa merasakan pengalaman memasak dengan orang tuanya.

"Kami membawa semua orang ke Chinatown. Kami keluar untuk makan dim sum. Kami juga menerbangkan ibu Domee ke Bay Area dua kali untuk membuat kelas memasak pangsit di Pixar. Kami merekam beliau ketika membuat pangsit. Tidak ada yang bisa membuatnya dengan baik. Itu adalah sebuah seni," paparnya.

Sumber : Time

Tag : film hollywood
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top