Bank Dunia Kucurkan Pinjaman US$650 Juta untuk Penanganan Stunting

Bank Dunia segera menyalurkan pinjaman total senilai US$650 juta untuk mengatasi masalah stunting di Indonesia.
Hadijah Alaydrus | 22 Juni 2018 18:03 WIB
Karyawati beraktivitas di kantor Bank Dunia, di Jakarta, Senin (9/10). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Dunia segera menyalurkan pinjaman total senilai US$650 juta untuk mengatasi masalah stunting di Indonesia.

Berdasarkan pernyataan resmi Bank Dunia, Kamis (21/6/2018), pinjaman tersebut terdiri dari dua tahap.

Pinjaman pertama senilai US$400 juta untuk program Investing in Nutrition and Early Years akan turut mengurangi stunting dengan meningkatkan akses layanan utama, dari kesehatan dan gizi hingga pendidikan dan sanitasi bagi ibu hamil dan anak usia di bawah dua tahun.

Pinjaman ini, yang mengaitkan pencairan dana dengan hasil spesifik, akan mendukung Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting senilai US$14,6 miliar yang bertujuan memberi manfaat bagi 48 juta ibu hamil dan anak usia di bawah dua tahun dalam empat tahun ke depan.

Secara nasional, program ini juga akan mendapat manfaat dari hibah di luar pinjaman senilai US$20 juta dari the Global Financing Facility, kemitraan multipihak yang membantu negara-negara mengatasi masalah kesehatan dan gizi yang mempengaruhi perempuan, anak, dan remaja.

Pinjaman kedua tercatat sebesar US$250 juta. Menurut World Bank, pinjaman ini akan mendanai Proyek Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation yang memberi manfaat bagi sekitar 887.000 keluarga petani melalui sistem irigasi yang lebih andal dan tahan iklim.

Pembiayaan ini merupakan bagian dari Agenda Reformasi Nasional yang sedang berjalan dengan memberi fokus pada desentralisasi, demokratisasi, dan modernisasi dan didasarkan pada prinsip-prinsip pengelolaan irigasi partisipatif.

Adapun, proyek irigasi ini didanai bersama oleh Asian Infrastructure Investment Bank dengan pinjaman US$ 250 juta.

Rodrigo A. Chaves, Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, mengungkapkan pihaknya menyambut baik investasi penting dari Pemerintah Indonesia untuk infrastruktur dan modal manusia, karena keduanya sangat penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kemiskinan.

"Jika negara melakukan investasi pada dua prioritas ini sekarang, masa depan Indonesia akan lebih menjanjikan,” kata Rodrigo.

Dia menjelaskan pendanaan Bank Dunia juga akan dilengkapi dengan berbagi pengetahuan penting, termasuk praktik terbaik dan pelajaran dari seluruh dunia yang akan membantu upaya mengurangi stunting dan meningkatkan irigasi yang lebih efektif.

Stunting adalah salah satu tantangan paling mendesak di Indonesia dan menjadi prioritas utama bagi pemerintah.

Lebih dari satu dari setiap tiga anak Indonesia berusia di bawah lima tahun, mengalami stunting. Jumlahnya hampir mencapai sembilan juta anak.

Selain itu, dua dari tiga anak tidak menyelesaikan paket imunisasi lengkap di tahun pertama dan kedua. Penggunaan suplemen zat besi dan obat cacing juga rendah masing-masing pada angka 33% dan 26%.

Tag : bank dunia, stunting
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top