Cegah Kanker Dengan 6 Pilar Gaya Hidup Ini

Seorang professor di MD Anderson Cancer Center di Amerika Serikat, Lorenzo Cohen, dalam penelitian terbarunya mengungkapkan bahwa terdapat enam hal yang dapat membantu mencegah atau menunda kanker.
Eva Rianti
Eva Rianti - Bisnis.com 28 Juni 2018  |  00:43 WIB
Cegah Kanker Dengan 6 Pilar Gaya Hidup Ini
Ilustrasi kanker - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Seorang professor di MD Anderson Cancer Center di Amerika Serikat, Lorenzo Cohen, dalam penelitian terbarunya mengungkapkan bahwa terdapat enam hal yang dapat membantu mencegah atau menunda kanker.

Penelitian ini diterangkan dalam pilar-pilar gaya hidup anti kanker/Mix of Six pada bukunya berjudul “Anticancer Living” yang dituliskan bersama istrinya, Alison Jefferies.

Cohen secara jelas mengidentifikasi enam hal yang semuanya terkait dengan risiko kanker dan pengaruhnya bagi penderita kanker. Berikut ini Mix of Six yang dimaksudkan oleh Cohen, seperti dilansir dari British Telecommunication (BT), Rabu (27/6/2018):

Cinta dan Dukungan

Menurut Cohen, cinta dan dukungan secara khusus dapat mempengaruhi bagaimana sel berfungsi dan mengeskspresikan gen yang mengendalikan kesehatan.

Hal ini sejalan dengan penelitian di Harvard University terhadap 750.000 pasien kanker menemukan bahwa orang yang sudah menikah memiliki kesempatan bertahan hidup 20% lebih baik daripada orang yang masih lajang, bercerai, ataupun janda.

Cohen menyarankan jika tidak dengan pasangan, cinta dan dukungan itu bisa juga dari teman. Dengan itu, Anda bisa mengubah gaya hidup dan menciptakan tim pendukung. Carilah kesempatan untuk berbagi pengalaman dengan orang-orang terkasih.

Manajemen Stres

Aspek ini dinilai sangat penting menurut Cohen. Pasalnya, stres kronis berdampak negatif terhadap sebagian besar proses biologis, mengurangi efek menguntungkan dari makanan sehat, dan mempercepat proses penuaan.

Cohen menyarankan untuk mencoba aktivitas manajemen stres seperti meditasi, yoga, ataupun tai chi setiap hari sekitar 10 menit, bisa pada pagi hari, sebelum tidur atau ketika sedang beristirahat di siang hari.

Ketika stress meningkat, hentikan apa yang tengah Anda lakukan, ambil napas dalam-dalam untuk membantu menjernihkan pikiran. Pusatkan diri Anda dengan mengenali pemicu stres, membayangkan hasil yang ideal, dan berpindah ke tempat yang tenang.

Tidur

Ketika Anda tidak beristirahat dengan baik, ada efek negatif terhadap kanker, termasuk peradangan yang meningkat dan penurunan fungsi kekebalan yang membuat Anda rentan terhadap infeksi dan memungkinkan pertumbuhan kanker.

Cobalah untuk tidur antara tujuh hingga delapan jam setiap malam untuk meningkatkan kesehatan. Tetapkan waktu tidur untuk diri sendiri dan patuhi itu secara konsisten. Pantau diri Anda untuk mengurangi stimulan seperti kafein, alkohol, dan gula sebelum tidur.

Aktivitas Fisik

Sangat penting untuk membatasi perilaku diam atau menetap alias tidak bergerak/tidak berolahraga. Pasalnya, ini setara dengan risiko kesehatan merokok atau obesitas. Berbagai penelitian menunjukkan orang yang rutin berolahraga memiliki risiko lebih rendah terkena kanker.

Seperti analisis dari 52 penelitian pada 2009 yang menemukan bahwa orang yang sangat aktif secara fisik memiliki risiko 24% lebih rendah terkena kanker usus besar daripada orang yang lebih banyak menetap.

Berolahraga secara teratur setidaknya 30 menit sehari, 5 hingga 6 chari seminggu adalah gaya hidup yang sehat.

Pakailah alat pengukur langkah dan ambil minimal 10.000 langkah sehari dan berusahalah untuk duduk lebih sedikit. Gabungkan aktivitas fisik bila memungkinkan setiap hari dengan selalu naik tangga, berjalan di eskalator, dan berdiri di meja atau saat menonton TV.

Diet

Cohen menunjukkan bahwa analisis dari 95 studi menemukan orang yang secara teratur makan 10 porsi buah dan sayuran sehari memiliki risiko yang secara signifikan lebih rendah terkena penyakit kronis, termasuk kanker dan penyakit jantung.

Isi setengah dari piring dengan sayuran dan cobalah mengganti daging dengan kacang empat kali sepekan. Sebisa mungkin hindari makanan olahan dan batasi makanan seperti permen dan camilan asin.

Environmental Toxins

Environmental toxins menjadi pengganggu endokrin (hormon) seperti bisphenol A (BPA) dan parabens yang terlibat dalam obesitas, risiko kanker, dan penyakit lainnya. Bahan kimia lain yang kita hadapi setiap hari juga telah diklasifikasikan sebagai karsinogen, termasuk styrofoam dan formaldehida.

Cohen menyarankan untuk menggunakan wadah kaca untuk penyimpanan dan botol air stainless steel untuk mengurangi paparan plastik yang mengandung BPA atau pengganggu endokrin berbasis plastik lainnya.

“Menciptakan lingkungan antikanker dimulai di rumah dan dimulai dengan apa yang Anda mengekspos diri sendiri secara sukarela,” ungkap Cohen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kanker

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top