Erwin Gutawa Berkolaborasi dengan Orkestra Austria Rekam Lagu-lagu Indonesia

Pemusik Erwin Gutawa dan Harry Kiss berkolaborasi dengan orkestra simfoni Austria Synchron Stage Symphonic Orchestra Vienna merekam lagu-lagu hits Indonesia di Wina, Austria.
Andhina Wulandari | 27 Juli 2018 18:47 WIB
Orkestra simfoni Austria Synchron Stage Symphonic Orchestra Vienna terlibat dalam perekaman lagu-lagu hits karya Erwin Gutawa dan Harry Kiss di Wina, Austria. - Istimewa/KBRI Wina

Bisnis.com, JAKARTA – Komponis terkemuka Indonesia, Erwin Gutawa, bersama mitra musiknya, Harry Kiss, berkolaborasi dengan orkestra simfoni Austria Synchron Stage Symphonic Orchestra Vienna, merekam lagu-lagu hits karya Erwin dan Harry serta komponis Indonesia lainnya, di Wina, Austria, Rabu (25/07/2018).

Proses dilakukan di studio rekaman ternama di Austria maupun dunia, Synchron Stage Studio. Synchron Stage Symphonic Orchestra pimpinan Johannes Vogel yang juga adalah principal conductor orkes simfoni besar di Kota Wina tersebut dengan apik memainkan lagu-lagu hits Indonesia.

Beberapa lagu di antaranya “Seputih Kasih“ (ciptaan Harry Kiss dan Erwin Gutawa), “Menggapai Bahagia“ (ciptaan Harry Kiss dan Erwin Gutawa), "Camar dan Mega” (ciptaan Harry Kiss), “Menghitung Hari” (ciptaan Melly Goeslaw), “Memori” (ciptaan Odie Agam), dan “Pelangi di Matamu“ (karya Jamrud).

Perekaman yang dimulai pada pukul 16.00 tersebut berakhir sesuai dengan jadwal pada 20.00 malam waktu setempat.

Untuk memberikan dukungan, Duta Besar RI untuk Austria, Darmansjah Djumala, juga menyempatkan hadir ke venue dan turut menyaksikan proses perekaman serta penampilan para musisi Austria memainkan lagu-lagu karya komponis Indonesia tersebut.

“Kolaborasi antara musisi kedua negara ini merupakan bagian dari diplomasi kebudayaan dalam rangka mempererat hubungan kedua negara dan meningkatkan kerjasama people-to-people,“ ujar Djumala dalam siaran pers KBRI Wina pada Jumat (27/07/2018).

Sebagaimana dipahami, musik adalah bahasa universal bagi umat manusia di dunia. Masyarakat di belahan bumi manapun dapat dengan mudah menerima maupun mempelajari karya musik dari berbagai belahan dunia lainnya.

Tidak ada lagi batasan maupun hambatan, bila seseorang telah terbenam menekuni salah satu aspek kebudayaan ini, dan sifat universal musik ini dapat menjadi jembatan bagi peningkatan kerjasama antara kedua negara di bidang-bidang lainnya, demikian lanjut Dubes Djumala.

Studio Synchron Stage merupakan fasilitas perekaman terbesar di Austria,  menggabungkan inovasi perangkat lunak dan pendekatan teknologi dengan prosedur perekaman tradisional, serta dilengkapi akustik yang mendukung untuk berbagai jenis ansambel, mulai dari musik kamar, orkestra simfoni besar maupun paduan suara.

Peralatan yang dimiliki studio ini juga mendukung untuk perekaman musik rok, jazz, sound-track film, video game, maupun untuk rekaman opera.

Sementara itu, Synchron Stage Orchestra Vienna adalah salah satu orkes simfoni Austria bertaraf dunia yang juga menjadi mitra studio rekaman tersebut, serta sering digunakan untuk memainkan musik sound-track film-film kelas dunia seperti Pacific Rim Uprising, Sky Hunter, Inferno, dan Blue Planet.

Para musisi yang tergabung kedalam orchestra ini merupakan musisi yang juga bagian dari grup simfoni klasik terkenal Austria Vienna Philharmonic Orchestra.

Kota Wina sebagai pusat music klasik dunia memberikan peluang besar bagi kehadiran musik kontemporer karya komponis Indonesia di tengah-tengah percaturan musik di Austria.

Kolaborasi antara komponis besar Indonesia dan orkestra simfoni Austria dalam perekaman lagu-lagu pop kontemporer Indonesia menjadi langkah awal yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam upaya mempromosikan Indonesia di panggung internasional sekaligus mendorong penguatan industri kreatif nasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
musik

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top