Mini Festival Mengenang W.S. Rendra, Para Pemuda Banyak Terlibat

Banyak pemuda terlibat dalam pertunjukan seni dan budaya di Festivalkecil Rendra guna mengenang semangat W.S Rendra ketika hidup
Eva Rianti | 05 Agustus 2018 18:06 WIB
Almarhum W.S Rendra. - ANTARA
Bisnis.com, JAKARTA - Sosok W.S. Rendra memang telah tiada, tetapi spirit kebudayaannya masih terus hidup di benak hati masyarakat Indonesia, termasuk para pemuda. 
 
Anggota Kampus Bengkel Teater Rendra Jay A.M menuturkan  mini festival bertajuk "Festivalkecil Rendra" yang diadakan pada Minggu (5/8/2018) selain menampilkan para seniman kondang, juga akan tampil beragam pertunjukan yang dimainkan oleh para anak muda. 
 
"Dengan spirit W.S. Rendra, festival ini menyemangati para anak muda untuk mengerahkan hidupnya dengan berseni," tuturnya. 
 
Jay menjelaskan, festival ini bertujuan untuk merespon keadaan pada zaman ini dimana posisi nilai kebudayaan semakin sulit, ditindih heroiknya berita politik dan percepatan internet, sementara bagi orang-orang seni relatif gagap lantaran percepatannya sangat cepat. Oleh sebab itu, festival ini sangat terbuka dan menggandeng para penerus bangsa alias anak muda untuk banyak terlibat. 
 
Anggota Kampus Bengkel Teater Rendra lainnya sekaligus panitia festival Budi Sadewo mengungkapkan bahwa anak-anak muda harus mengenal spirit W.S. Rendra, tidak hanya dari segi artistiknya, namun juga kebudayaan dan daya hidupnya. 
 
"Bagaimanapun Rendra sudah tidak ada, tetapi spiritnya tetap ada dan harus diperkenalkan dengan anak-anak muda. Kami punya obsesi karya Rendra dipentaskan mereka (anak-anak muda) untuk mengenang pemikiran-pemikiran Rendra," katanya. 
 
Dewo berharap, anak-anak muda dapat menafsirkan dengan baik spirit sosok Rendra dan menangkap pemikiran-pemikiran Rendra lewat ekspresi yang mereka tampilkan dalam pertunjukan. Nilai pentingnya adalah bagaimana berekspresi sesuai jati dirinya. 
 
"Rendra mencetak orang menemukan jati dirinya. Persoalan akting dan artistik itu nomor dua. Yang paling penting bagaimana kamu bisa menemukan kesejatian diri. Kalau sudah ketemu, apapun karyanya, maka akan punya karakter," tambahnya. 
Tag : teater
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top