Perawatan Paliatif, Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Kanker

Seorang pasien kanker yang sudah berada dalam stadium lanjut dan sulit disembuhkan dengan pengobatan kuratif, dapat menjalani perawatan paliatif dengan fokus pada pengurangan stress, mengontrol rasa sakit, serta membuat perasaan lebih nyaman.
Dewi Andriani | 28 Agustus 2018 18:06 WIB
Sel kanker - Istimewa

Bisnis.com, JAKARYA -- Seorang pasien kanker yang sudah berada dalam stadium lanjut dan sulit disembuhkan dengan pengobatan kuratif, dapat menjalani perawatan paliatif dengan fokus pada pengurangan stress, mengontrol rasa sakit, serta membuat perasaan lebih nyaman.

Tujuannya bukan untuk memberi kesembuhan karena biasanya pasien sudah berada dalam stadium akhir tetapi untuk membuatnya hidup lebih nyaman sehingga memiliki kualitas hidup yang lebih baik sebagai kebutuhan manusiawi dan hak asasi

Memang belum banyak yang mengenal perawatan paliatif tapi secara tidak sadar perawatan ini mungkin sudah dilakukan oleh sejumlah masyarakat. Paliatif berasal dari kata palliate yang berarti mengurangi keparahan tanpa menghilangkan penyebab, sehingga dapat dikatakan bahwa upaya paliatif merupakan suatu cara untuk meringankan atau mengurangi penderitaan.

 “Perawatan ini penting karena pada dasarnya tidak ada seorang pasien yang diizinkan menderita. Perawatan palitatif dapat mempertahankan kualitas hidup pasien, bahkan mungkin bisa memperpanjang usianya,” tutur Maria Witjaksono, dokter spesialis perawatan paliatif.

Adityawati Ginggaswari dari Yayasan Kanker Indonesia mengatakan perawatan paliatif yang disebut hospice care dapat menjadi pilihan bagi para pasien stadium akhir dengan memberikan pasien pelayanan fisik, psikologis sosial dan spiritual.

“Peran serta dan dukungan keluarga serta kerabat menjadi kunci penting keberhasilan. Buatlah suasana senyaman mungkin yang disenangi pasien demi memaksimalkan pengurangan rasa depresi. Biarkan mereka melakukan berbagai kegiatan yang disenanginya sehingga menimbulkan perasaan bahagia dan mengurangi fokusnya pada rasa sakit,” ujarnya.

Menurut WHO jumlah pengidap kanker tiap tahun bertambah 7 juta orang, dan dua per tiga diantaranya berada di negara-negara yang sedang berkembang. Di Indonesia, kanker menjadi masalah kesehatan yang perlu diwaspadai. Tiap tahun diperkirakan terdapat 100 kasus baru per 100.000 penduduk. Ini berarti dari sekitar 240 juta penduduk Indonesia, ada 240.000 pengidap kanker baru setiap tahunnya.

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia Aru Sudoyo mengatakan kondisi yang ditemukan, hampir sebagian penyakit kanker ditemukan pada stadium lanjut, sehingga angka kesembuhan dan angka harapan hidup pasien kanker belum seperti yang diharapkan meskipun tata laksana kanker telah berkembang dengan pesat.

“Pasien dengan kondisi tersebut mengalami penderitaan yang memerlukan pendekatan terintegrasi berbagai disiplin ilmu agar pasien memiliki kualitas hidup yang baik dan pada akhir hayatnya meninggal secara bermartabat,” ujarnya.

Tag : kanker
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top