Karya Ronald Schemidt Sabet World Press Photo Of The Year

Bentara Budaya Jakarta bekerja sama dengan Erasmus Huis menggelar pameran foto dari 42 karya di Gedung Bentara Budaya Jakarta. Seluruh karya ini merupakan hasil jepretan para pemenang kompetisi The World Press Photo Contest 2018 pada 14 April lalu.
Putri Salsabila | 17 September 2018 11:25 WIB
Karya Ronald Schemidt - telegraph

Bisnis.com, JAKARTA - Bentara Budaya Jakarta bekerja sama dengan Erasmus Huis menggelar pameran foto dari 42 karya di Gedung Bentara Budaya Jakarta. Seluruh karya ini merupakan hasil jepretan para pemenang kompetisi The World Press Photo Contest 2018 pada 14 April lalu.

Terdapat beberapa kategori yang diangkat dalam kompetisi World Press Photo, antara lain Alam (nature), Lingkungan (Environment), Manusia (people), Olahraga (Sports), Berita Umum (General News), Isu Kontemporer (contemporer issues), proyek Jangka Panjang (Long Term Projects) dan Berita Aktual (Spot News).

Foto kategori Berita Aktual karya Ronaldo Schemidt, menjadi foto terbaik dan pemenang pertama tunggal World Press Photo Of The Year. Karyanya menggambarkan tentang seorang demonstran bernama Salazar yang tersambar api di tengah pemberontakan ganas dengan polisi pada saat unjuk rasa terhadap presiden Venezuela, Nicholas Maduro.

Momen yang diabadikan Ronaldo adalah kejadian disaat Presiden mengumumkan rencana untuk merevisi sistem demokrasi Venezuela dengan membentuk majelis konstitusi untuk menggantikan Majelis Nasional yang dipimpin oleh oposisi yang memperkuat kekuasaan legislatif dirinya sendiri.

Karya Ronaldo terpilih menjadi world press photo of the year karena karyanya mewakili seluruh kejadian di dunia pada 2017 lalu. dia tidak menyangka bahwa karyanya menjadi The world press photo of the year.

Seperti dilansir dari The Telegraph, Ronaldo Schemidt mengaku, bahwa kejadian itu begitu cepat, Ronaldo berdiri dibelakang Salazar saat kejadian dan dia tergerak secara insting untuk mengabadikan kejadian tersebut.

"Semua itu, hanya butuh beberapa detik, jadi saya tidak tahu apa yang saya tembak. Saya tergerak oleh insting, itu sangat cepat. Saya tidak berhenti menembak sampai saya menyadari apa yang sedang terjadi. Ada seseorang di api berlari ke arahku," tutur dia.

Oscar Mutulloh, Pewarta Foto Antara juga mengakui ke-epic-an karya Ronaldo tersebut. Oscar mengatakan bahwa juri memiliki pandangan lain terhadap karya dia, juri melihat jika foto karya Ronaldo memiliki pesan tentang perlawanan ketidakadilan yang mewakili semua kejadian didunia.

Karya Ronaldo Schemidt menjadi foto terbaik tahun ini dengan mengungguli 24 finalis terbaik dari 8 kategori tersebut. Karyanya dipajang tepat di sebelah kanan dekat pintu masuk Bentara Budaya Jakarta.

Sumber : Telegraph

Tag : fotografi
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top