Solusi Cerdas Untuk Mengatasi Anak Ketagihan Gawai

Masa memainkan permainan tradisional tampaknya sudah dianggap uzur. Kendati demikian, kini banyak komunitas yang berkonsentrasi dalam perkembangan anak terus menggaungkan perhatian orangtua terhadap anak yang kecanduan dalam menggunakan gawai.
Putri Salsabila
Putri Salsabila - Bisnis.com 03 Oktober 2018  |  19:30 WIB
Solusi Cerdas Untuk Mengatasi Anak Ketagihan Gawai
Anak main gadget - lifehacker

Bisnis.com, JAKARTA - Anak usia 0 hingga 3 tahun tidak dianjurkan untuk menggunakan gawai karena akan berdampak pada saraf dan perkembangan kerja otak anak.

Rini Hildayani, Dosen Universitas Indonesia, mengatakan bahwa  jika orang tua ingin memberikan permainan gawai, bisa dikenalkan pada usia 6 tahun tetapi tetap diberikan durasi bermain selama 1 jam per hari.

Terdapat tiga hal penting yang pelu dilakukan dalam memberikan kesempatan anak untuk menggunakan gawai. Partisipasi orang tua, pemilihan materi yang ditonton, serta pengenalan permainan kongkrit sebelum memainkan permainan pada gawai.

"Pengawasan terhadap konten yang ditonton anak juga sangat perlu dilakukan," tegasnya.

Rini Hildayani menyarankan agar aktivitas pengawasan, orangtua dapat merayu anak untuk ikut serta menonton. Dalam aktifitas menonton gawai juga benar-benar harus didampingin oleh orangtua.

“Terkadang memang ada iklan-iklan kecil yang tidak pantas dilihat anak usia dini yang tiba-tiba pop up. Hal dasar itu yang paling penting kita dampingi, orangtua bisa dengan bijak dan tenang untuk menjelaskan apa yang dimaksud dalam iklan secara logis, karena anak usia dini sangat mudah menerima informasi dan belum bisa menyaring informasi,” tuturnya.

Materi-materi yang ditonton oleh anak juga butuh dipilih oleh orangtua. Usahakan untuk selalu menanyakan apapun kepada anak, sebagai dorongan agar anak mau terbuka kepada orangtuanya. Dalam pemilihan materi juga ada beberapa pengaturan pada gawai yang digunakan oleh anak.

Selain agar anak tidak terlalu bergantung pada gawai, orangtua disarankan untuk menjadi teman bermain sang anak. Orangtua bisa memberikan permainan kongkrit terlebih dahulu sebagai permainan alternatif seperti mewarnai dengan krayon dan kertas gambar, atau menggunakan permainan toodler.

Permainan off-screen diluar gawai bisa menjadi alternatif dalam bermain anak. Pada usia 2-4 tahun kita bisa memberikan permainan yang membantu kemahiran kognitif dan motorik. Pada usia 5 tahun, anak sudah bisa kita berikan permainan yang menggunakan akal dan kecerdikan, seperti permainan ular tangga.

Anak yang menginjak usia 6 tahun ke atas bisa mulai bermain teka-teki dan permainan meniru seperti dokter-dokteran, masak-masakan, atau meniru hal lain yang sudah mulai anak pahami di kesehariannya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gadget

Editor : Bambang Supriyanto
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top