Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ternyata, Ini Sebabnya Anak Terlalu Memilih Makanan

Anak yang terlalu pemilih dalam mengisi perut bisa membuat orangtua pusing tujuh keliling, karena anak cuma mau mengonsumsi makanan tertentu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 Oktober 2018  |  11:27 WIB
Ternyata, Ini Sebabnya Anak Terlalu Memilih Makanan
Ilustasi - Seorang anak makan buah dan sayur. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Anak yang terlalu pemilih dalam mengisi perut bisa membuat orangtua pusing tujuh keliling, karena anak cuma mau mengonsumsi makanan tertentu.

Psikolog Ayoe Sutomo mengatakan ada banyak faktor yang menyebabkan anak memilih makanan, termasuk dari sisi psikologi hingga pola makan ibu saat mengandung.

"Ada kalanya kondisi tertentu yang membuat dia tidak nyaman saat makan makanan tertentu. Misalnya saat makan sesuatu dia dipaksa, jadi trauma," jelas Ayoe usai peluncuran es krim Joyday di Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Menurut Ayoe, ada juga kemungkinan sang ibu kurang banyak menyantap variasi makanan saat hamil, sehingga anak tidak tidak mengenal banyak rasa.

"Variasi banyaknya makanan yang dimakan ibunya saat hamil mempengaruhi memori rasa pada anak," Ayoe mengungkapkan riset-riset yang pernah dia baca.

Oleh karena itu, orangtua sebaiknya mengenalkan beragam jenis makanan baru sesering mungkin pada anak. Jangan ragu untuk mengeksplorasi resep dan bentuk agar makanan terlihat menggiurkan, misalnya makanan diubah menjadi bentuk binatang-binatang lucu.

Libatkan juga anak dalam memasak. Berikan tugas-tugas sederhana seperti memotong atau mengupas sayur. Keterlibatannya dalam proses memasak akan membuatnya lebih tergerak untuk mencicipi makanan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makanan parenting

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top