Film Berbudaya Indonesia Harus Kuat Dalam Riset

Bisnis.com, JAKARTA -- CEO dan Produser LifeLike Pictures, Sheila Timothy menegaskan kunci dari kesuksesan film berbau budaya Indonesia adalah riset yang kuat dan data yang akurat.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 30 Oktober 2018 04:57 WIB
Ilustrasi film - Dribbble

Bisnis.com, JAKARTA -- CEO dan Produser LifeLike Pictures, Sheila Timothy menegaskan kunci dari kesuksesan film berbau budaya Indonesia adalah riset yang kuat dan data yang akurat.

Kakak dari aktris Marsha Timothy ini menyebut dalam memproduksi film berbudaya Indonesia tim harus melakukan penelitian mendalam bidang sejarah.

"Kita harus kerja keras dan penelitian baik bisa membawa Indonesia ke mata dunia," kata Sheila, Senin (29/10/2018).

Sheila yakin bahwa keunikan budaya Indonesia sangat bagus sebagai materi dari cerita atau film. Beberapa contoh film bernuansa kebudayaan Indonesia antara lain; 

Meskipun begitu dia tak menampik adanya kesulitan membuat film budaya lokal adalah pencarian dana. 

"Kita juga harus cari akal memajukan bisnis kita," ujarnya.

Alhasil, perempuan dengan sapaan akrab Lala ini mengatakan kesulitan mencari investor hanya bisa diatasi dengan cara menciptakan karya terbaik demi meyakinkan pemilik dana.

Selain dana, proses produksi juga tak kalah sulit. Alumnus SMA Tarakanita 1 Jakarta ini mengatakan medan infrastruktur di Indonesia menjadi tantangan dia membuat film.

"Cost terbesar di produksi tapi kayak 'Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga 212' itu yang terlibat 977 orang termasuk aktrisnya, itu besar. Tapi terkadang sekarang ini kebutuhan promosi bisa lebih besar," jelasnya.

Sheila yang mendirikan LifeLike Pictures bersama Luki Wanandi, sang suami, telah menghasilkan beberapa film seperti Wiro Sableng, Tabula Rasa, dan Banda The Dark Forgotten Trail.

Pada 2008 Sheila memproduseri film pertamanya Pintu Terlarang, yang ditulis dan disutradarai oleh Joko Anwar. Pintu Terlarang meraih 2 penghargaan di Festival Film Indonesia dan menang sebagai Best Film di Puchon International Fantastic Film Festival 2009.

Sheila lalu memproduseri film keduanya pada 2012 yakni Modus Anomali, film yang juga ditulis dan disutradarai oleh Joko Anwar.  Pemutaran pertama berlangsung di South by Southwest Film Festival (SXSW) pada Maret 2012, lalu bulan selanjutnya disusul di Indonesia. Sukses di pasar asing dan lokal, Modus Anomali juga diputar di Jerman, Prancis, Benelux, Turki dan Inggris.

Menantu Sofjan Wanandi ini pernah menjabat sebagai Ketua Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) periode 2013-2016.

Tag : film indonesia
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top