Musik Nostalgia Bermunculan, Ini Kata Pengamat

Sejumlah konser band atau musisi jaman dulu kian bermunculan dan disambut antusiasme yang tinggi dari para penikmat musik nostalgia.
Eva Rianti | 21 November 2018 12:17 WIB
Ilustrasi musik -

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah konser band atau musisi jaman dulu kian bermunculan dan disambut antusiasme yang tinggi dari para penikmat musik nostalgia.

Eksistensinya terbilang kembali merekah, seiring dengan positifnya selera para pecinta musik era 80-atau 90-an.

Pengamat Musik Adib Hidayat berpendapat bahwa saat ini musik-musik nostalgia memang tetap banyak diminati.

“Ini dilihat dari padatnya tur musik para band-band lawas, didukung dengan mudahnya akses para penikmat musik dalam mengonsumsi lagu-lagu sesuai selera dari era berapapun," tuturnya kepada Bisnis, baru-baru ini. 

Dia menjelaskan, diantara fakta yang terjadi, saat ini dunia musik tengah dibombardir dengan adanya grup musik legendaries Queen yang difilmkan. Belakangan di Indonesia juga ditampilkan kembali band rock legendaries Guns ‘N Roses yang memiliki jutaan penggemar. Selain itu, penyanyi era 90-an Mariah Carey melalui konsernya yang fantastis juga berhasil menghentakkan jagat dunia musik.

Alasan berkiprahnya musik lawas ini, Adib berpandangan, lantaran adanya romantisme yang lebih melekat pada memori. Hal ini tidak terlepas dari proses sebuah lagu dipromosikan.

Pada era 90-an, ketika musisi melahirkan lagu, sarana promosi awalnya lewat radio, lalu video klip, lanjut diulas di media online dan media cetak, dan baru nongol di televisi. Jadi, beragam media membombardir konten yang sama secara berkelanjutan.

“Proses ini pada akhirnya membuat memori pada sebuah lagu, album, atau nama musisi menjadi lebih lama melekat pada memori,” jelasnya.

Sementara di era digital ini, musik-musik sudah sangat beragam bermunculan di beragam media sosial, seperti Youtube. Lagu-lagu yang tidak benar-benar diledakkan dengan efektif akan susah dikenal oleh generasinya, sehingga para musisi yang tidak konsisten melahirkan karya akan susah dikenang.

Di samping itu, suasana romantisme disebut-sebut sebagai kunci dari diterimanya musik lawas, meskipun tanpa lagu-lagu baru.

Guns ‘N Roses (GNR) adalah contohnya, kendati semua lagu yang dilantunkan dalam konsernya adalah lagu-lagu lama, bahkan melalui tur Not In This Life Time, GNR berhasil masuk peringkat kedua dalam daftar tur terlaris dunia pada 2017 lalu. 

“Suasana romantisme tetap bisa dijual walaupun tanpa lagu baru. Dari band lokal misalnya Padi Reborn. Grup band asal Surabaya ini juga tidak memiliki lagu baru, namun sambutan dari pecinta musik sangat luar biasa,” ujarnya. 

Tag : musik
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top