Ini Hambatan Pengumpulan Data Antemortem yang Dihadapi Tim DVI

Hambatan dan kendala dalam proses identifikasi korban bencana massal biasanya terjadi pada pengumpulan data antemortem.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 29 November 2018 13:38 WIB
Petugas memindahkan jenazah korban penumpang pesawat Lion Air JT 610, di RS Polri, Jakarta Timur, Senin (29/10/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- Hambatan dan kendala dalam proses identifikasi korban bencana massal biasanya terjadi pada pengumpulan data antemortem.

Hal tersebut diungkapkan dr. Oktaviana Safitry dalam acara Seminar Awam dan Media "Info Sehat FKUI untuk Anda" di Ruang Senat Akademik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (29/11/0/2018). Idhoen, sapaan akrabnya, sudah menjadi bagian dari tim forensik Disaster Victim Identification (DVI) sejak 2002.

"Kesulitannya itu karena konsepnya [identifikasi korban] itu perbandingan [antara data postmortem dan antemortem]. Jadi, kalau kita tidak bisa menemukan bandingannya, [korban] jadi tidak bisa diidentifikasi," tuturnya.

Idhoen menyampaikan keahlian tim forensik Indonesia sebenarnya sudah mumpuni untuk mengidentifikasi data postmortem.

"Jadi untuk pemeriksaan jenazah untuk data postmortem itu sudah oke. Selain itu, untuk pemeriksaan gigi, ahli ontodologi forensik sudah banyak juga sekarang. Ambil sidik jadi, Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) kita juga sudah jago-jago, untuk DNA juga kita sudah punya laboratorium sendiri," ujarnya.

Namun, yang masih menjadi masalah saat ini adalah pengumpulan data antemortem korban. Idhoen mengungkapkan pengumpulan data antemortem korban terkadang terlambat karena terhambat kondisi psikis keluarga.

Dia bercerita pengalamannya menghubungi keluarga korban pesawat jatuh melalui telepon karena yang bersangkutan berada di luar Jakarta. Namun, keluarga yang dihubungi langsung menangis sebelum diberi penjelasan dan permintaan data korban, sehingga dirinya pun harus menunggu mereka hingga tenang.

Ada pula keluarga korban yang tidak percaya jika anggota keluarganya menjadi korban bencana massal.

Padahal, data antemortem sangat penting untuk kelengkapan data agar jenazah bisa cepat diidentifikasi.

Tag : forensik
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top