RS Haji Jakarta Jadi Role Model Kesehatan Jemaah

Kementerian Agama akan menjadikan Rumah Sakit (RS) Haji Jakarta sebagai role model untuk pelayanan kesehatan jemaah haji dan umrah Indonesia.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 20 Desember 2018  |  15:20 WIB
RS Haji Jakarta Jadi Role Model Kesehatan Jemaah
Rumah Sakit Haji Jakarta. - RSHaji/Jakarta.com

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Agama akan menjadikan Rumah Sakit (RS) Haji Jakarta sebagai role model untuk pelayanan kesehatan jemaah haji dan umrah Indonesia.

Ketika membuka rapat kerja RS Haji Jakarta di Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (20/12/2018), Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengutarakan RS Haji Jakarta akan menjadi rujukan bagi RS haji lain dalam pembinaan, pelayanan, dan perlindungan kesehatan jemaah haji dan umrah, sejak saat persiapan sampai pelaksanaannya.

“Ini sesuai dengan Undang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji," ujar Menag di hadapan 109 peserta raker.

                                                                           Rumah Sakit Haji Medan. – Sumutprov.go.id

Lukman Hakim mengatakan bahwa Kemenag tengah berupaya menyatukan pengelolaan empat RS haji  di Jakarta, Medan, Makassar, dan Surabaya sebagai upaya mewujudkan peningkatan pelayanan kesehatan jemaah haji dan umrah.

Upaya menjadikan RS Haji Jakarta sebagai role model bagi RS Haji lain, menurut Menag, sebagai langkah awal dalam menyatukan pengelolaan RS Haji di Indonesia.

Menag mengapresiasi Pusat Pelayanan Terpadu Kesehatan Haji dan Umrah (P2TKHU) sebagai layanan unggulan RS Haji Jakarta. "Saya berharap layanan ini dapat mendukung kelancaran pelayanan jemaah haji dan umrah, khususnya dalam hal kesehatan," ujar Lukman sebagaimana dilansir laman resmi Kemenag.

Menag berharap RS Haji Jakarta, yang memiliki slogan ISLAMI (Ikhlas, Senyum, Loyal, Amanah, Mawaddah, dan Istiqamah), tetap konsisten dalam memberikan layanan dan terus berupaya mewujudkan pelayanan prima dan paripurna.

Kepada peserta raker yang merupakan para dokter, para tenaga kesehatan dan seluruh karyawan RS, Menag  berpesan agar dapat menjadi agent of change dengan dituntut aktif mengupdate penguasaan ilmu dan informasi untuk meningkatkan kapabilitas dan kompetensi.

Menag juga mengajak agar para dokter, tenaga kesehatan dan seluruh Karyawan RS Haji Jakarta agar melayani pasien dengan setulus hati.

"Karena dalam pelayanan, selain trust, yang harus disentuh adalah hati/rasa. Sentuhlah hati/rasa pasien karena itulah esensi dari pelayanan," pesan Menag Lukman.

Menag menegaskan bahwa melalui pelayanan dengan sentuhan hati, pasien akan merasakan keramahan dan kebahagiaan dan itu juga menjadi faktor kesembuhan bagi pasien.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rumah sakit, Ibadah Haji, kemenag

Sumber : Kemenag.go.id

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top