Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sebelum Sakit, Kenali Gejala Demam Berdarah Dengue

Memasuki musim penghujan biasanya identik dengan peningkatan penyebaran demam berdarah degue (DBD). Pada awal tahun ini, peningkatan kasus DBD dan angka kematian akibat DBD cukup signifikan.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 31 Januari 2019  |  08:28 WIB
Nyamuk Aedes aegypti di Laboratorium Oxitec di Campinas, Brasil (2/2/2016). Virus Zika menular melalui gigitan nyamuk Aedes.  - Reuters
Nyamuk Aedes aegypti di Laboratorium Oxitec di Campinas, Brasil (2/2/2016). Virus Zika menular melalui gigitan nyamuk Aedes. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Musim hujan  identik dengan peningkatan penyebaran kasus  demam berdarah degue (DBD). Pada awal tahun 2019, peningkatan kasus DBD dan angka kematian akibat DBD cukup signifikan. Untukmencegah penularan kasus  ini, sebaiknya Anda megenali gejala DBD.

Tingginya angka kematian akibat DBD, salah satunya disebabkan karena keterlambatan penderita melakukan pengobatan. Oleh karena itu,  perlu waspada dan mengenali tanda dan gejala penyakit yag disebabkna virus 'dengue' yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti .

Ketua Divisi Infeksi dan Pediatri Tropik Departemen Ilmu Kesehatan Anak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM)-FKUI Mulya Rahma Karyanti mengatakan, masa inkubasi DBD, yakni setelah adanya gigitan hingga muncul gejala DBD, rata-rata berkisar antara 5-10 hari.

Gejala yang muncul, antara lain mulai dari panas tinggi secara mendadak dan terus menerus selama 2-7 hari, sakit perut atau nyeri ulu hati, nafsu makan menurun, hingga mual-muntah, sakit kepala, dan merasa lemah.

Ada juga penderita DBD yang mengalami perdarahan spontan. Bila mengalami perdarahan, maka gejala yang muncul berupa bintik merah di kulit, perdarahan hidung (mimisan) atau gusi, berak dan muntah darah, menstruasi tambah banyak, dapat terjadi syok (kesadaran menurun, kaki dan tangan dingin).

Bila gejala yang ditunjukkan sudah sampai pada sakit perut terus menerus, muntah terus, mengalami penurunan suhu hingga kesadaran, maka sudah masuk taraf bahaya.

"Memasuki hari ke-3 demam justru itu memasuki masa bahaya. Jadi kalau hari ke-3 panas turun waspadai tiga hal, asupan minum turun, buang air kecil berkurang, tidur terus. Itu hati-hati, harus segera di bawa ke dokter," ujar Karyanti di Jakarta, Rabu (30/1/2019).

Tiga penurunan aktivitas tersebut, kata Karyanti, merupakan tanda-tanda dehidrasi yang diakibatkan terjadinya kebocoran plasma darah. Kebocoran tersebut akan membuat pasokan oksigen ke otak menjadi berkurang sehingga menyebabkan penderita merasa mengantuk.

" Nah, itu hati-hati. Kalau fase syok dia makin bisa hebat dehidrasinya. Kalau ke rumah sakit datang telat dah sulit nyari akses infus ke pembuluh. Kalau sudah muntah darah, buang air besar berdarah itu biasanya berat, harus dirawat," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dbd demam berdarah
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top