Stres Karena Aktivitas Politik Bisa Sebabkan Flu? Ini Penjelasannya

Tak pandang bulu, flu bisa menyerang siapa saja. Calon Presiden Prabowo Subianto pun dikabarkan sempat menderita flu pada Rabu, 30 Januari 2019.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 01 Februari 2019  |  10:27 WIB
Stres Karena Aktivitas Politik Bisa Sebabkan Flu? Ini Penjelasannya
Ilustrasi - Youngandraw

Bisnis.com, JAKARTA - Flu bisa jadi dianggap penyakit ringan, tapi flu juga bisa mengganggu. Satu hal yang umum terjadi, flu atau influenza menjadi salah satu penyakit yang paling banyak diderita pada musim hujan.

Tak pandang bulu, flu bisa menyerang siapa saja. Calon Presiden Prabowo Subianto pun dikabarkan sempat menderita flu pada Rabu, 30 Januari 2019.

Kabar sakitnya Prabowo disampaikan Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. Karena penyakitnya itu, Prabowo diminta untuk beristirahat agar cepat pulih.

Lantas, apakah ada kaitan aktivitas politik  dan stres dengan serangan flu?

Satu hal yang pasti, flu terjadi karena adanya infeksi virus pada sistem pernapasan. Gejalanya beragam, mulai dari pilek, pusing, batuk kering, sakit tenggorokan, mual, sampai demam.

Virus penyebab flu mudah sekali menular melalui udara, apa lagi ketika suhu udara rendah seperti saat musim hujan. Virus ini gampang menginfeksi seseorang yang daya tahan tubuhnya sedang lemah.

Itu sebabnya, saat musim hujan, disarankan menjaga daya tahan tubuh, misalnya menjaga asupan makanan, olahraga, dan istirahat yang cukup.

Nah terkait stres, ini hal yang harus dihindari karena bisa melemahkan daya tahan tubuh yang pada giliran berikutnya memudahkan virus flu menyerang tubuh.

Stres diketahui dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, terutama pada saat seseorang bekerja terlalu keras atau mengalami kelelahan secara emosional.

Bahkan, sebuah studi yang dilakukan beberapa tahun lalu menemukan hubungan stres kehidupan yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit akibat virus, misalnya flu.

"Stres menyebabkan sel seseorang menjadi kurang sensitif terhadap kortisol," kata kepala peneliti Sheldon Cohen, Ph.D., profesor psikologi di Carnegie Mellon University, Pittsburgh.

Kortisol adalah hormon stres yang diketahui dapat menekan sistem kekebalan tubuh. "Mereka tidak dapat mengatur respons tubuh. Oleh karena itu, ketika mereka terkena virus, mereka lebih mudah terinfeksi flu."

Dikutip dari WebMD, kurang tidur juga dapat menekan fungsi kekebalan tubuh. Kekebalan tubuh merupakan gabungan beberapa jenis sel dan protein yang tugasnya menjaga tubuh dari serangan kuman. Idealnya, orang dewasa tidur sebanyak 7-8 jam per hari. "Semakin banyak Anda tidur, semakin besar kemampuan tubuh Anda untuk merespons pilek atau infeksi bakteri,” kata Diwakar Balachandran, MD, Direktur Sleep Center University of Texas M.D. Anderson Cancer Center, Houston.

Lalu, apa saja yang sebaiknya dilakukan orang yang terserang flu? Pastikan istirahat cukup dan hindari aktivitas yang melelahkan, minum banyak air putih, mengonsumsi makanan sehat dan vitamin yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
flu, prabowo subianto

Sumber : TEMPO.CO

Editor : Saeno
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top