HARI KANKER SEDUNIA 2019: Menkes Singgung Beban Biaya BPJS Akibat Kanker Capai Rp2,7 T

Menurut data BPJS Kesehatan 2018, pembiayaan pengobatan kanker dengan BPJS Kesehatan menempati peringkat kedua setelah penyakit jantung. Biaya yang dikeluarkan mencapai Rp2,7 triliun dengan jumlah kasus kanker sebanyak 1,79 juta kasus pada 2018.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 04 Februari 2019  |  18:31 WIB
HARI KANKER SEDUNIA 2019: Menkes Singgung Beban Biaya BPJS Akibat Kanker Capai Rp2,7 T
Menteri Kesehatan Nila Moeloek (kiri) bersama Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris - ANTARA/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA--Menteri Kesehatan Nila F Moeloek menyinggung beban biaya pengobatan penyakit kanker yang semakin memberatkan negara.

Menurut data BPJS Kesehatan 2018, pembiayaan pengobatan kanker dengan BPJS Kesehatan menempati peringkat kedua setelah penyakit jantung. Biaya yang dikeluarkan mencapai Rp2,7 triliun dengan jumlah kasus kanker sebanyak 1,79 juta kasus pada 2018.

"Betapa besarnya kerugian biaya dari kanker. Dari data di Indonesia juga membuktikan, BPJS menunjukkan setelah penyakit jantung dan stroke, kanker adalah nomer dua yang sangat membebani negara dalam pembiayaan penyakit kanker ini," ujar Nila dalam sambutanya di acara peringatan Hari Kanker Sedunia 2019, di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (4/2/2019).

Guna menekan angka kasus penyakit kanker, Nila mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik Kementerian Kesehatan, Komite Penanggulangan Kanker Nasional (KPKN), pemerhati dan LSM, bekerja sama untuk memberikan pemahaman dan mendorong masyarakat agar mau berperilaku hidup sehat.

"Biaya (pengobatan kanker) tentu makin mahal karena pengobatannya mulai dari bedah, radioterapi, kemoterapi, dan semua ini tentu akan berikan cost yang begitu tingginya. Oleh karena itu, kita bisa membuat kewaspadaan, kesadaran, komitmen yang tadi diberikan. Membuka semangat kita semua untuk menurunkan penyakit kanker di Indonesia," katanya.

Adapun berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi tumor atau kanker di Indonesia menunjukkan adanya peningkatan dari 1.4 per 1000 penduduk pada 2013 menjadi 1,79 per 1000 penduduk pada 2018.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kemenkes, bpjs kesehatan

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top