Hilangkan Stigma Kusta, Presiden Ditantang Salaman dengan Penderita

Guna menghindari stigma berkepanjangan kepada penderita kusta, Presiden diharapkan bisa bertemu dan bersalaman dengan para penderita.
Denis Riantiza Meilanova | 07 Februari 2019 17:49 WIB
Mycobacterium leprae, bakteri penyebab kusta - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA--Penyakit kusta merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium leprae. Banyaknya stigma yang berkembang di masyarakat, membuat penyakit ini kadang ditakuti secara berlebihan sehingga penderita kusta seringkali dikucilkan atau didiskriminasi.

Menghindari stigma masyarakat tersebut, penderita kusta seringkali menarik diri dan malu untuk melakukan pengobatan. Akibatnya penanganan penyebaran penyakit kusta terhambat. Keterlambatan dalam pengobatan juga dapat menyebabkan kecacatan menetap bagi penderita.

Guna menghindari stigma berkepanjangan kepada penderita kusta, Presiden diharapkan bisa bertemu dan bersalaman dengan para penderita.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan Wiendra Waworuntu mengatakan, meski menular, proses penularan penyakit infeksi pada saraf dan kulit tersebut tidaklah mudah. Kusta tidak akan menular hanya dengan bersentuhan.

Berbagai upaya untuk menghilangkan stigma masyarakat terus dilakukan oleh Kementerian Kesehatan. Salah satunya, melalui sosialisasi kepada masyarakat bahwa bersalaman dengan orang kusta tidak akan tertular. Wiendra pun berharap presiden dapat turut serta mengampanyekan hal tersebut.

"Salaman dengan orang kusta enggak apa-apa. Baiknya, maunya saya, kapan waktu presiden bisa ketemu orang kusta, salaman," ujar Wiendra dalam acara media briefing Peringatan Hari Kusta Sedunia 2019, di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (7/2/2019). "Nanti coba kami advokasi," lanjut Wiendra.

Wiendra mengatakan pada dasarnya 95% manusia tidak mudah tertular kusta karena memiliki sistem kekebalan yang dapat melawan kuman kusta. Penularan kusta terjadi melalui percikan cairan pernafasan.

"Artinya kalau daya tahan tubuh baik, makan kita baik, dan konsumsi gizi cukup. Tentu kita bisa terhindar," kata Wiendra.

Sementara itu, dokter kulit dari Divisi Dermatologi Infeksi Tropika Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo, Dr dr Sri Linuwih Menaldi SW, SpKK(K) menuturkan proses penularan kusta membutuhkan waktu rata-rata 2 hingga 5 tahun lebih dan hanya menular pada orang-orang yang memiliki kontak erat dengan penderita.

"Kontak erat itu ada bersama-sama dalam satu rumah, misal 3 bulan berturut-turut atau minimal 20 jam per minggu. Kontaknya hirup udara yang sama," kata Sri.

Tag : presiden, presiden, kusta, kusta
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top