Itang Yunasz Ingin Bawa Modest Fesyen Lebih Universal di New York Fashion Week 2019

Supaya dapat dilirik di New York Fashion Week 2019, desainer Itang Yunasz mengatakan ingin menampilkan modest fesyen yang lebih universal dari segi siluet. Sehingga busana tersebut tidak hanya dapat digunakan oleh wanita muslim saja atau berhijab.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 22 Februari 2019  |  16:37 WIB
Itang Yunasz Ingin Bawa Modest Fesyen Lebih Universal di New York Fashion Week 2019
Koleksi busana muslim rancangan Itang Yunasz - Tim Muara Bagdja

Bisnis.com, JAKARTA-- Pemerintah menargetkan Indonesia dapat menjadi kiblat modest fesyen. Guna membantu mewujudkan hal tersebut, beberapa desainer gencar mengembangkan branding melalui peragaan busana di kancah internasional seperti New York Fashion Week 2019.

Supaya dapat dilirik mata internasional, desainer Itang Yunasz mengatakan ingin menampilkan modest fesyen yang lebih universal dari segi siluet. Sehingga busana tersebut tidak hanya dapat digunakan oleh wanita muslim saja atau berhijab.

"Modest wear tidak cuma untuk wanita muslim yang berhijab, tapi universal, siapa pun bisa pakai," kata Itang dikutip Jumat (22/2/2019).

Dalam pergaan busana New York Fashion Week 2019, Itang Yunasz menampilkan corak Indonesia, melalui pola tenun Ikat yang dicetak di atas material lace yang tipis namun tidak menerawang.

Menurutnya, meskipun busananya terkesan berat atau hanya cocok digunakan untuk acara resmi, koleksnya lebih easy going, karena mudah dikenakan.

Sementara Perancang busana Dian Pelangi juga menampilkan modest fesyen dengan tajuk #Socialove dengan kota New York sebagai sumber inspirasinya.

"Koleksi Socialove ini lebih bergaya street wear dan saya ingin menampilkan busana yang mewakili busana muslim wanita Indonesia yang fashionable," kata Dian.

Peragaan busana di New York, menurut Dian, juga memiliki misi untuk menampilkan perkembangan modest fashion di Indonesia yang bisa menjadi referensi gaya busana muslim.

"Kami juga ingin mengubah persepsi akan modest fashion yang dulu dianggap konvensional, tapi juga dinamis dan elegan. Siapa pun bisa pakai," ujar Dian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
fashion

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top