Insomnia Kemungkinan Dipengaruhi Oleh Gen

Sebuah studi baru menemukan adanya hubungan antara gangguan sulit tidur atau insomnia dengan gen. Ada puluhan bagian gen yang menunjukkan memiliki kaitan dengan insomnia.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 28 Februari 2019  |  18:22 WIB
Insomnia Kemungkinan Dipengaruhi Oleh Gen
Insomnia - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA--Sebuah studi baru menemukan adanya hubungan antara gangguan sulit tidur atau insomnia dengan gen. Ada puluhan bagian gen yang menunjukkan memiliki kaitan dengan insomnia.

Melansir WebMD, Kamis (28/2/2019), peneliti Amerika dan Inggris menganalisis data dari lebih 450.000 orang di Inggris, 29% diantaranya sering tidak bisa tidur, dan mengidentifikasi 57 bagian gen terkait dengan insomnia.

Keterkaitan gen tersebut tidak tergantung pada faktor risiko insomnia pada umumnya, seperti gaya hidup, konsumsi kafein, depresi atau stres.

"Temuan kami mengonfirmasi peran genetika dalam gejala insomnia dan berkembang pada empat (bagian genetik) yang sebelumnya ditemukan untuk kondisi ini," kata ketua penulis studi Jacqueline Lane. Dia merupakan seorang peneliti di Pusat Pengobatan Genomik di Massachusetts General Hospital, Boston.

Lane menambahkan, semua bagian gen yang diidentifikasi membantu mereka memahami penyebab beberapa orang mengalami insomnia, jalur dan sistem mana yang terpengaruh, serta menunjukkan kemungkinan target terapi baru.

Selain itu, para peneliti juga menemukan bukti bahwa peningkatan gejala insomnia hampir menggandakan risiko penyakit arteri koroner. Mereka juga terkait dengan depresi dan berkurangnya kesejahteraan.

"Insomnia memiliki dampak yang sangat signifikan pada jutaan orang di seluruh dunia. Kita telah lama mengetahui ada hubungan antara insomnia dan penyakit kronis. Sekarang temuan kami menunjukkan bahwa depresi dan penyakit jantung sebenarnya adalah hasil dari insomnia yang berkepanjangan," kata Samuel Jones, rekan ketua peneliti dari University of Exeter, Inggris.

Jacqueline Lane mengatakan, hasil penelitiannya membuka kemungkinan untuk pengobatan di masa depan.

"Semua bagian yang teridentifikasi ini adalah target terapi baru yang mungkin untuk insomnia, dan 16 bagian dari bagian-bagian itu mengandung target obat yang diketahui," katanya.

"Hal ini pada gilirannya dapat berdampak pada penyakit jantung, karena hubungan kausal baru menunjukkan potensi kegunaan terapi insomnia sebagai pengobatan yang mungkin untuk penyakit arteri koroner dan depresi."

Insomnia mempengaruhi 10-20% orang di seluruh dunia, dan studi menunjukkan bahwa sekitar sepertiga dari risiko insomnia diwariskan.

Sebelumnya, studi ini dipublikasikan secara online pada 25 Februari 2019 di Nature Genetics.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
insomnia

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top