Ini Tips Agar Anak Tak Rewel Saat Traveling Ala Enno Lerian

Selain memiliki manfaat melepas penat, menurut beberapa penelitian, traveling juga berguna untuk memperkuat hubungan antara orang tua dan anak.
Reni Lestari | 26 Maret 2019 15:30 WIB
Ilustrasi - Babypost

Bisnis.com, JAKARTA - Selain memiliki manfaat melepas penat, menurut beberapa penelitian, traveling juga berguna untuk memperkuat hubungan antara orang tua dan anak.

Namun, jika tak dipersiapkan dengan baik, momen liburan bersama keluarga justru akan memnjadi memori buruk bagi anak. Alih-alih dapat belajar banyak hal, anak justru akan merekam pengalaman buruk jika orang tua tidak melakukan persiapan dengan baik.

Public Figure dan mom influencer Enno Lerian mengatakan, baginya yang paling penting dipastikan saat bepergian bersama anak adalah asupan makanan yang cukup. Dia dan suami membiasakan diri untuk membawa banyak makanan dan aneka cemilan selagi berlibur.

"Selain makanan utama, kami bawa cemilan, susu, dan makanan-makanan yang bisa kasih asupan energi," katanya.

Ibu empat anak ini melanjutkan, menurut pengalamannya, berlibur bersama anak mengajarkannya untuk lebih memahami sang buah hati. "Anak-anak juga belajar mandiri, banyak sekali hal yang didapat selama kemarin kami liburan ke bali," katanya.

Selain itu, apa saja yang perlu disiapka sebelum mengepak ransel atau koper untuk berlibur bersama keluarga?

Pertama, pastikan Anda melibatkan seluruh anggota keluarga dalam merencanakan liburan tersebut. Ajak masing-masing anak memilih destinasi favoritnya untuk dikunjungi bersama. Jadwal dan pilihan tempat menginap pun harus tidak luput dari persetujuan anak dan semua anggota keluarga.

Kedua, jaga pola makan dan kebutuhan istirahat anggota keluarga. Dua hal tersebut merupakan bahan bakar liburan yang tidak boleh terlambat. Terutama bagi anak-anak, kondisi perut kosong dan lapar akan memicu emosi dan buruknya suasana hati mereka. Begitu juga dengan jam tidur, pastikan bahwa seluruh anggota keluarga tidak terkurangi jam tidurnya selagi melancong.

Ketiga, lengkapi diri dengan informasi dan rencana anggaran. Gali sebanyak mungkin informasi mengenai tujuan wisata dan pilihan tujuan wisata, mengantisipasi perubahan destinasi yang bisa saja sewaktu-waktu terjadi sesuai mood anak.

Keempat, fleksibel dan kompromi. Banyak drama yang mungkin akan terjadi selagi berlibur. Pertengkaran dam perdebatan justru hanya akan menghilangkan esensi dari berlibur itu sendiri. Sikap fleksibel dan mau berkompromi akan membantu Anda menghadapi situasi-situasi seperti itu.

Jadi, tunggu apalagi, rencanakan traveling bersama keluarga untuk memiliki bonding dan hubungan yang berkualitas.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
keluarga

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup