Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Merokok Shisha Bisa Bikin Orang Cepat Tua

Mayoritas orang menganggap bahwa merokok shisha atau hookah lebih aman dibandingkan dengan mengisap rokok pada umumnya. Namun, ternyata berbagai penelitian mengungkapkan bahwa merokok shisha juga sama berbahaya bagi kesehatan, salah satunya risiko penuaan dini.
Eva Rianti
Eva Rianti - Bisnis.com 13 Mei 2019  |  15:48 WIB
Shisha - Istimewa
Shisha - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Mayoritas orang menganggap bahwa merokok shisha atau hookah lebih aman dibandingkan dengan mengisap rokok pada umumnya. Namun, ternyata berbagai penelitian mengungkapkan bahwa merokok shisha  juga sama berbahaya bagi kesehatan.

Dilansir dari Boldsky, Senin (13/5/2019), merokok shisha  memiliki risiko kesehatan yang tidak berbeda dengan perokok biasa dimana risiko tersebut tidak hanya bagi perokok, tetapi juga bagi orang yang menghirup asapnya.

Setidaknya ada lima risiko kesehatan umum yang diakibatkan dari merokok shisha.

Pertama, penuaan dini. Hal ini terjadi karena merokok tembakau dapat mengurangi jumlah oksigen yang mencapai kulit Anda dan membuatnya tampak tua dengan noda, bintik-bintik hitam, dan kerutan.

Kedua, peningkatan risiko penyakit menular seperti mononukleosis dan herpes oral. Pipa hookah yang digunakan untuk merokok shisha mungkin saja tidak dibersihkan dengan higienis sehingga dapat menyebabkan rawan infeksi atau penyebaran penyakit menular.

Ketiga, peningkatan risiko kanker seperti kanker mulut, kanker paru-paru, kanker lambung dan kanker esofagus. Makin lama menikmati shisha, racun akan semakin bertambah di dalam tubuh. Zat-zat seperti karbon monoksida, logam, dan bahan-bahan kimia penyebab kanker terkandung di dalamnya.

Keempat, komplikasi dengan fungsi paru-paru seperti bronkitis dan penyakit paru obstruktif kronis. Bagi paru-paru, shisha dinilai sama jahatnya dengan rokok.

Sebuah penelitian bahkan mengungkapkan, perokok biasa kerap mengisap asap tembakau kurang dari 10% bagian paru-paru, sementara perokok berat mengisap lebih dari 30%. Bagi perokok shisha justru lebih tinggi, yakni sekitar 40%.

Kelima, risiko kondisi jantung seperti penyakit jantung dan serangan jantung. Merokok shisha berpotensi menyebabkan penyumbatan pembuluh darah pada jantung karena banyak racun yang dihasilkan shisha.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perokok
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top