JELAJAH LEBARAN JAWA-BALI 2019: Tips Mencegah Anak Hilang saat Perjalanan dan Liburan Lebaran

Membawa anak-anak ke pusat-pusat keramaian bisa jadi salah satu hal paling mengkhawatirkan bagi orang tua. Terlebih jika anak balita Anda sedang aktif-aktifnya dan senang berlari kesana kemari.
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali - Bisnis.com 03 Juni 2019  |  08:58 WIB
JELAJAH LEBARAN JAWA-BALI 2019: Tips Mencegah Anak Hilang saat Perjalanan dan Liburan Lebaran
Pemudik bersiap memasuki KM Sabuk Nusantara 92 di Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (26/5/2019). - ANTARA/Budi Candra Setya

Bisnis.com, BANYUWANGI - Membawa anak-anak ke pusat-pusat keramaian bisa jadi salah satu hal paling mengkhawatirkan bagi orang tua. Terlebih jika anak balita Anda sedang aktif-aktifnya dan senang berlari kesana kemari.

Tempat-tempat yang biasanya rawan menjadi lokasi kehilangan anak antara lain pusat perbelanjaan, bandara, terminal, taman bermain, event outdoor, dan lain-lain.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan oranh tua untuk mengantisipasi anak hilang saat perjalanan mudik atau liburan Lebaran.

1. Diskusikan dengan anak

Sebelum berangkat Anda bisa menjelaskan kepada anak tentang kemungkinan terburuk yang bisa terjadi dan apa yang harus dilakukannya setelah itu. Namun, jangan jadikan obrolan ini terasa menakutkan ya. Yakinkan bahwa Anda sebagai orang tua akan selalu ada di sampingnya, tetapi dia harus tahu pula bagaimana bertindak saat situasi darurat.

Anda dapat merancang rencana keselamatan, misalnya, jika anak terpisah dari orang tua di pusat perbelanjaan, dia harus menunggu di kasir. Jika berada di taman bermain, minta anak untuk tidak bergerak kemana-mana untuk mencegah semakin tersesat.

2. Beri identitas anak

Untuk berjaga-jaga, selipkan kartu nama orang tua di saku baju atau celana anak. Jika sewaktu-wakti si buah hati terpisah di keramaian, pihak yang menemukan akan dengan mudah menghubungi Anda.

3. Ajarkan anak nama lengkap orang tua

Pastikan anak Anda hafal nama ibu dan bapaknya. Ketika ditanya oleh petugas informasi di bandara, misalnya, anak akan menjawab dengan fasih sehingga memudahkan pencarian.

4. Lakukan simulasi

Jika perlu, buat simulasi situasi saat anak tersesat dan hilang. Anda bisa melibatkan orang dewasa lain dalam simulasi ini. Biasanya, anak dengan mudah mengingat jika dibuat permainan daripada hanya disuruh menghafal apa yang harus dilakukannya saat tersesat.

Terakhir, tentu saja tetap waspada dimana pun berada. Selamat mudik bersama anak!

(Tim Jelajah Jawa-Bali 2019 (Yustinus Andri, Muhammad Ridwan, Andi M. Arief, Maria Elena, Reni Lestari))

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jelajah Jawa-Bali

Sumber : Tim Jelajah Jawa-Bali 2019

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top