Untuk Dapur Hindari Warna Monokrom, Mengapa?

Ruang makan bisa menjadi tempat yang menyenangkan dan mengundang perhatian di rumah. Atau ruang makan dapat menjadi tempat favorit keluarga untuk saling berbagi cerita. Lebih dari itu, ruang makan juga bisa menjadi area yang ditonjolkan untuk menjadi daya tarik.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 18 Juni 2019  |  19:24 WIB
Untuk Dapur Hindari Warna Monokrom, Mengapa?
Ilustrasi dapur mungil - www.diynetwork.com

Bisnis.com, JAKARTA - Ruang makan bisa menjadi tempat yang menyenangkan dan mengundang perhatian di rumah. Atau ruang makan dapat menjadi tempat favorit keluarga untuk saling berbagi cerita. Lebih dari itu, ruang makan juga bisa menjadi area yang ditonjolkan untuk menjadi daya tarik.

Bicara soal gaya, ada berbagai macam gaya yang dapat dipilih oleh pemilih hunian agar terlihat lebih menarik. Misalnya seperti gaya american classic, etnik, atau modern kontemporer.

Desainer Interior Agam Riadi mengatakan ruang makan yang paling penting adalah fungsi, sedangkan gaya dapat menyesuaikan dengan selera penghuni. Apalagi, lanjutnya, kombinasi dari berbagai gaya juga direkomendasikan.

“Kalau mau lebih klasik, biasanya detailnya banyak menggunakan material kayu, atau warna-warna yang digunakan lebih natural. Sedangkan kalau mau gaya etnik lebih rustic, misalnya menonjolkan urat-urat kayu,” jelasnya.

Sementara itu, untuk gaya modern kontemporer bisa didominasi dengan penggunaan material berbahan metal, atau dikombinasikan dengan warna-warna yang lebih berani. Supaya tak terkesan monoton, lanjut Agam, ruang makan dapat dilengkapi dengan beberapa aksesori dinding seperti lukisan ataupun cermin. “Sehingga ruang makan itu menjadi lebih hidup,” tambahnya.

Sementara dari sisi warna, Agam tidak merekomenasikan menggunakan warna monokrom untuk ruang makan, misalnya merah ataupun orange. Pasalnya, di lihat dari segi piskologis, menurutnya warna tersebut dapat membuat mata menjadi lelah.

“Saya menyarankan warna yang lebih natural, misalnya warna hijau, krem, atau sedikit aksen biru. Yang penting tidak tidak keras kalau untuk warna,” katanya.

Tak kalah penting adalah dari sisi pencahayaan. Menurut Agam, pencahayaan dari alam akan semakin menyempurnakan kesan natural dari ruang makan. Apalagi menurutnya area ruang makan adalah area yang sehat. Guna mewujudkan pencahayaan alam tersebut, ruang makan bisa dilengkapi dengan jendela atau sky light dari plafon.

“Untuk pencahayaan buatan bisa ditambah dengan lampu gantung dan general lighting kalau perlu cahaya dengan sistem pengaturan mood, sehingga cahaya bisa diatur sesuai dengan mood misalnya jadi suasana yang romantis,” jelas Agam.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Desain Interior

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top