Konsep Open Plan, Menata Ruangan Minim Sekat

Ide tempat tanpa sekat itu membuat beberapa ruangan dalam rumah menjadi suatu area besar tanpa adanya dinding pemisah antarruangan. Konsep itu cocok digunakan untuk hunian yang minimalis, juga bisa diterapkan pada rumah-rumah yang berukuran lebih besar.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 22 Juni 2019  |  20:52 WIB
Konsep Open Plan, Menata Ruangan Minim Sekat
Open Plan - repro

Bisnis.com, JAKARTA –  Konsep open plan atau ruang tanpa sekat bisa menjadi salah satu alternatif maupun solusi dalam merancang hunian. Konsep itu sempat menjadi tren dan banyak diadaptasi pada hunian kontemporer dan lazim digunakan di rumah-rumah berukuran terbatas, agar ruang interior yang ada tampak lebih luas.

Ide tempat tanpa sekat itu membuat beberapa ruangan dalam rumah menjadi suatu area besar tanpa adanya dinding pemisah antarruangan. Konsep itu cocok digunakan untuk hunian yang minimalis, juga bisa diterapkan pada rumah-rumah yang berukuran lebih besar.

Konsep open plan bisa menekan keberadaan dinding atau elemen vertikal yang membedakan fungsi satu ruang dengan ruang lainnya. Konsep desain yang biasanya diaplikasikan dengan menggabungkan dua hingga tiga ruangan dalam satu lantai.

Desainer Interior Ary Juwono mengatakan bahwa biasanya konsep open plan memang diusulkan untuk hunian yang memiliki luasan yang tidak terlalu besar. Idealnya, konsep tersebut dapat diterapkan pada hunian dengan luas 100 meter persegi. “Tidak adanya penyekat dalam hunian itu bisa memberikan efek semakin luas,” katanya.

Guna kepentingan estetika ruang, lanjut Ary, hunian dengan konsep tanpa sekat dalam ruangan dapat mengaplikasikan jendela dengan ukuran besar untuk membantu pencahayaan. Menurutnya, hal itu dapat menambah efisiensi tata cahaya dan juga sirkulasi udara.

“Kalau pencahayaan dan sirkulasi sudah efisien tidak membutuhkan AC. Karena ruang terbuka, kalau menggunakan AC akan membutuhkan daya yang lebih tinggi,” jelasnya.

Dari sisi penggunaan warna, Ary merekomendasikan untuk mengaplikasikan warna terang yang lembut atau pastel. Menurutnya, apabila ruangan dengan konsep open plan memasang warna yang mencolok, maka dapat mengacaukan psikologi terhadap warna.

Meski demikian, kombinasi warna tetap diperbolehkan, hanya saja Ary merekomendasikan untuk mengaplikasikan pada salah satu sisi dinding ruangan di area itu. Menurut dia, warna dinding yang lebih bright akan terlihat bagus apabila digunakan untuk tembok yang tidak terlalu banyak hiasan. “Mungkin bisa diaplikasikan di ruang nonton televisi atau keluarga karena itu juga bisa jadi aksen,” katanya.

Sementara untuk pilihan furnitur, rekomendasinya adalah perabotan dengan model yang tidak terlalu rumit. Apabila penghuni menginginkan perabotan rumah yang lebih etnik, maka lebih baik mencari bentuk yang cukup sederhana, dengan warna tidak berpola.

Agar tidak tumpang tindih, desain rumah tanpa sekat wajib memerhatikan keselarasan antarsatu area dan area lainnya. Meskipun tiap area memiliki fungsi yang berbeda-beda, sebaiknya area-area yang ada tetap memiliki satu kesatuan. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menyelaraskan area-area tersebut adalah dengan menggunakan kombinasi warna.

Konsep desain open plan tidak harus benar-benar meniadakan sekat. Karena Anda tetap butuh sekat sebagai pembatas area-area yang privat seperti kamar tidur dan kamar mandi.

Pada rumah berkonsep open plan, sekat yang digunakan biasanya adalah partisi yang tidak permanen seperti tirai, kaca, rak, lemari, maupun partisi kayu. “Selain itu, karpet juga menentukan, karena karpet juga bisa digunakan untuk memblok lokasi atau mengidentifikasi lokasi,” tambahnya.

EKSPLORASI

Apabila menginginkan kreasi area hunian, penghuni dapat mengeksplorasi ruang tamu atau ruang keluarga.

Menurutnya, ruang tersebut lebih memungkinkan untuk menjadi titik fokus.

Desain rumah open plan mempunyai banyak kelebihan, antara lain ruangan jadi terlihat lebih luas, lega dan leluasa, sirkulasi udara dan cahaya lebih baik, serta menghemat bujet dan mengurangi biaya pembangunan karena minimnya penggunaan dinding dan pintu.

“Tak kalah penting kedekatan keluarga juga lebih baik dan optimal, karena aktivitas anggota keluarga itu mudah terpantau,” jelasnya.

Namun, rumah berkonsep tanpa sekat juga memiliki kekurangan yaitu masalah privasi dan kebisingan. Pasalnya, minimnya sekat antarruangan menimbulkan suara-suara bising dapat dengan mudah menggema ke seisi rumah tanpa adanya pembatas yang bisa menghalanginya.

Menurutnya, kosep itu juga tak terlepas dari estetika kebersihan sehingga apabila menggunakan konsep tersebut salah satu kunci utama adalah kerapian. “Jadi budaya disiplin harus dilakukan. Kalua ada tamu dan melihat berantakan kan tidak enak juga.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Desain Interior

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top