Membesarkan Anak di Era Digital Tidak Bisa Instan

Era digital menawarkan peluang serta tantangan tersendiri bagi anak muda dalam menyongsong masa depan. Kondisi ini menjadi hal penting yang perlu dipersiapkan oleh orang tua dalam membesarkan anak-anak mereka.
Eva Rianti
Eva Rianti - Bisnis.com 29 Juni 2019  |  17:17 WIB
Membesarkan Anak di Era Digital Tidak Bisa Instan
Ilustrasi - Webmd

Bisnis.com, JAKARTA – Era digital menawarkan peluang serta tantangan tersendiri bagi anak muda dalam menyongsong masa depan. Kondisi ini menjadi hal penting yang perlu dipersiapkan oleh orang tua dalam membesarkan anak-anak mereka.

Ahli Parenting Novita Tandry berpendapat, orang tua di era digital cenderung menginginkan untuk bisa membesarkan anak secara instan, tanpa memberikan pendampingan dan waktu yang banyak serta efektif.

Padahal, tidak ada jalan pintas dalam membesarkan anak. Bahwa sebenarnya anak sangat membutuhkan peranan orang tua dalam setiap tumbuh kembangnya. Anak diibaratkan sebagai busa kering, sementara orang tua seperti air.

“Anak itu diisi oleh siapa yang hadir di dalam hidupnya. Ini yang akan membentuk karakter dan kepribadian anak, termasuk minat dan bakat,” tuturnya kepada Bisnis, baru-baru ini.

Untuk menemukan minat dan bakat anak guna mempersiapkan masa depan yang cerah di era perkembangan teknologi, orang tua perlu mengisi anak sejak dini dengan semua aspek tumbuh kembangnya, mulai dari aspek kognitif, kinestetik, emosional, hingga kecerdasan spiritual.  

Kecerdasan-kecerdasan tersebut bisa menciptakan kesehatan mental yang sangat diperlukan bagi anak pada era teknologi. Dengan kesehatan mental yang terjaga, anak, terutama generasi alpha (lahir tahun 2000-an) bisa memiliki daya juang yang tinggi.

“Karakter inilah yang nantinya akan membuat anak bisa menjadi orang sukses di masa depan,” jelasnya.

Novita juga mengatakan, untuk memiliki ragam kecerdasan tersebut, anak akan belajar banyak dari orang tua jika yang mengisi kehidupannya adalah orang tua mereka sendiri. Orang tua akan menjadi teladan bagi anak karena anak adalah peniru yang ulung.

“Kita [orang tua] enggak akan bisa memberikan apa yang enggak kita punya. Jika mengajarkan anak tentang daya juang, kita juga harus memiliki daya juang yang tinggi. Menjadi orang tua adalah pekerjaan paling sulit. Orang tua mengeja kata cinta bukan dengan cinta, tetapi waktu. Mereka [anak-anak] butuh waktu, butuh contohmu,” terangnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
parenting

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup