Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

10 Top Kanker di Indonesia: Setahun 350 Ribu Kasus, 207.210 Kematian

Setahun, ada 350.000 kasus kanker baru di Indonesia, dan 207.210 kematian karena kanker pada tahun 2018.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 26 Juli 2019  |  14:55 WIB
Ahli onkologi Dr Ikhwan Rinaldi SpPD-KHom (kiri) dan Direktur Medik dan Keperawatan RS Kanker Dharmais Dr Nina Kemalasari SpPD-KGer (kanan) dalam konferensi pers Imunoterapi Kanker: Kekuatan untuk Masa Kini dan Janji untuk Masa Depan yang digelar PT Roche Indonesia di Jakarta, Kamis (25/7/2019). JIBI/Bisnis - Nancy Junita
Ahli onkologi Dr Ikhwan Rinaldi SpPD-KHom (kiri) dan Direktur Medik dan Keperawatan RS Kanker Dharmais Dr Nina Kemalasari SpPD-KGer (kanan) dalam konferensi pers Imunoterapi Kanker: Kekuatan untuk Masa Kini dan Janji untuk Masa Depan yang digelar PT Roche Indonesia di Jakarta, Kamis (25/7/2019). JIBI/Bisnis - Nancy Junita

Bisnis.com, JAKARTA – Setahun, ada 350.000 kasus kanker baru di Indonesia, dan 207.210  kematian karena kanker pada tahun 2018.

Direktur Medik dan Keperawatan RS Kanker Dharmais Dr Nina Kemalasari SpPD-KGer menyampaikan hal itu dalam pemaparan informasi untuk media ”Imunoterapi Kanker: Kekuatan untuk Masa Kini dan Janji untuk Masa Depan” yang digelar PT Roche Indonesia di Jakarta, Kamis (25/7/2019).

Nina memaparkan kondisi penyakit kanker di Indonesia pada tahun 2018. Menurut dia, dari 350.000 kasus kanker baru, kasus terbanyak adalah kanker payudara 58.526 kasus, kanker cervix uteri 32.469 kasus, kanker paru 30.028 kasus, kanker kolorektal 30.017 kasus, kanker hati 18.468 kasus, dan kanker lainnya 179.576 kasus.

Dikatakan, kanker merupakan penyakit tidak menular (PTM), dan 73 persen kematian di Indonesia disebabkan PTM. Sementara, kasus kanker menjadi penyebab kematian nomor dua dari sekian banyak kasus PTM. Adapun penyebab kematian nomor satu adalah penyakit kardiovaskular.

Nina menjelaskan, tingginya angka kematian karena kanker disebabkan umumnya pasien-pasien datang ke rumah sakit dalam stadium lanjut, dan sistem rujukan  berjenjang berdasarkan kelas rumah sakit.

“Padahal banyak pelayanan kesehatan di daerah belum memiliki sumber daya onkologi yang kompeten, juga peralatan diagnostik terbatas. Terapi dan obat-obatan yang lengkap juga terbatas, akibatnya pengelolaan kanker tak optimal, dan stadium kanker terlanjur memburuk,” katanya.

Nina menambahkan, pengobatan kanker sangat kompleks, membutuhkan keterlibatan multidisiplin dengan pendekatan interdisiplin.

Dengan sistem pembiayaan BPJS seperti saatini, ujarnya, sangat sulit bagi berbagai layanan kesehatan untuk menjaga komprehensifnya pelayanan kanker dan sulit mencapai overall treatment time yang optimal.

10  Top Kanker di Indonesia
Laki-lakiPerempuan
ParuPayudara
KolorektalCervix uteri
LiverOvarium
NasofaringKolorektal
ProstatTiroid
Limfoma NonhodgkinParu
LeukimiaCorpus uteri
Kandung kemihLeukimia
TiroidLimfoma Nonhodgkin
OtakLiver

Sumber : Globocan 2018


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kanker penyakit tak menular
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top