Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perempuan Berisiko Besar Terkena Neuropati

Perempuan, dengan beragam perannya di rumah dan tempat kerja, rentan terkena risiko gejala neuropati melalui gerakan salah yang berulang dan berdurasi lama dalam aktivitas harian
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 05 Agustus 2019  |  12:46 WIB
dr. Ade Tobing, SpKO, Spesialis Kedokteran Olahraga dan drg. Swasty Dwirayunita  Associate Medical Manager Consumer Health, P&G Health menjelaskan tentang neuromove - mia chitra
dr. Ade Tobing, SpKO, Spesialis Kedokteran Olahraga dan drg. Swasty Dwirayunita Associate Medical Manager Consumer Health, P&G Health menjelaskan tentang neuromove - mia chitra

Bisnis.com, JAKARTA – Perempuan, dengan beragam perannya di rumah dan tempat kerja, rentan terkena risiko gejala neuropati melalui gerakan salah yang berulang dan berdurasi lama dalam aktivitas harian.

Gejala neuropati ini dapat dicegah dengan gaya hidup sehat, rutin senam kesehatan saraf Neuromove, dan konsumsi vitamin neurotropik. 

Ibu rumah tangga berisiko gejala neuropati dengan mengerjakan aktivitas rutin rumah tangga yang berulang seperti mencuci, memasak, menyapu, mengepel, dan sebagainya yang bila dilakukan dengan posisi yang tidak benar dan dapat menyebabkan trauma pada saraf.

Perempuan pekerja kantor yang terlalu fokus bekerja dengan mengetik di laptop dan tidak mengubah posisi duduknya dalam waktu lama juga rentan terkena neuropati, ditambah lagi dengan penggunaan high heels terlalu lama yang dapat menyebabkan perubahan pada bagian telapak kaki dan akhirnya memicu gangguan saraf. Belum lagi bila penderita adalah pasien diabetes, yang merupakah salah satu penyebab utama dari neuropati.

dr. Ade Tobing, SpKO, Spesialis Kedokteran Olahraga dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO), menjelaskan, faktor gerakan berulang, getaran yang lama pada pergelangan tangan ke atas dan ke bawah, yang cukup signifikan berkontribusi terhadap risiko neuropati, menyebabkan tendon di pergelangan tangan mengalami peradangan dan akhirnya menekan saraf di daerah pergelangan tangan yang jika berlangsung lama dapat menyebabkan neuropati.

"Karena itu, penting melatih saraf salah satunya dengan senam kesehatan saraf Neuromove. Gerakan Neuromove dapat membantu melemaskan otot dan saraf akibat tekanan tersebut, serta membantu mengaktifkan sel-sel saraf sehingga dapat mencegah neuropati.” ujarnya.

Neuromove adalah gerakan olahraga yang didesain secara khusus untuk mengaktifkan sel-sel saraf, seperti gerakan menyilang batang tubuh, koordinasi bola mata, tangan, keseimbangan, dan fokus pada gerakan stretching untuk peregangan yang dapat menghindari cedera. Neuromove sangat praktis dan mudah dilakukan di mana saja, cukup 15-20 menit untuk keseluruhan gerakan atau 5-10 menit untuk gerakan inti yang dapat dilakukan di area kantor atau rumah yang terbatas.

drg. Swasty Dwirayunita – Associate Medical Manager Consumer Health, P&G Health, mengungkapkan, Neuromove merupakan bagian Total Solution dari Neurobion yang bertujuan mendorong masyarakat lebih memahami gejala dan pencegahan neuropati, beserta deteksi dini melalui Neuropathy Check Point (NCP) dan konsumsi rutin vitamin neurotropik.

“Vitamin neurotropik yaitu kombinasi vitamin B1, B6, dan B12 berperan penting dalam menjaga saraf berfungsi dengan baik dan terhindar dari gejala neuropati. Dalam penelitian NENOIN yang menggunakan produk Neurobion Forte, vitamin neurotropik terbukti secara klinis efektif dapat mengurangi gejala neuropati hingga 62,9% serta relatif aman untuk dikonsumsi jangka panjang. Sayangnya, kesadaran masyarakat untuk konsumsi vitamin neurotropik masih rendah yaitu sebanyak 30,2%. Karena itulah dibutuhkan edukasi berkesinambungan agar masyarakat terus memiliki saraf yang sehat dan hidup produktif.” tambahnya.

Sebagai salah satu upaya mengedukasi masyarakat, terutama perempuan, P&G Health melalui Neurobion berpartisipasi dalam acara Women’s Health Expo yang diadakan pada 3-4 Agustus 2019 di Hotel Grand Sahid Jaya dengan menyediakan booth pemeriksaan saraf Neuropathy Check Point, senam NeuroMove, dan talkshow bertemakan ‘Latih Sarafmu, Cegah Neuropati’.

“Kami berharap dengan adanya acara ini dapat meningkatkan kepedulian perempuan terhadap kesehatan saraf dan meningkatkan pencegahan risiko gejala neuropati agar mereka tetap dapat optimal dalam menjalani perannya baik di rumah maupun tempat kerja,” tutup Drg. Swasty Dwirayunita.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

neuropati
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top