Tren Bisnis Minuman Kopi: Startup Kopi Diprediksi Akan Geser Kedai Kopi Tradisional

Maraknya industri startup kopi seperti Fore Coffee, Kedai Kopi Tuku, Kopi Kenangan dan lainnya menjadi pesaing berat ritel kopi konvesional seperti Starbuck, Coffee Bean hingga Excelco.
Dewi Aminatuz Zuhriyah
Dewi Aminatuz Zuhriyah - Bisnis.com 07 Agustus 2019  |  23:58 WIB

Bisnis.com, JAKARTA— Maraknya industri startup kopi seperti Fore Coffee, Kedai Kopi Tuku, Kopi Kenangan dan lainnya menjadi pesaing berat ritel kopi konvesional seperti Starbuck, Coffee Bean hingga Excelco.

Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Eddy Sutanto mengatakan saat ini kedai startup kopi memang tengah diminat masyarakat. Apalagi, harga yang dibanderol pun cukup terjangkau dan millenial friendly.

“Buat kami melihatnya, itu suatu pertumbuhan minuman kopi atau membesarnya pasar minuman kopi di Indonesia , dan kalau dibandingkan dengan populasi kita saya rasa pasar masih sangat besar. Tentunya ada berpengaruh terhadap penjualan coffee shop traditional seperti  Starbuck, Coffee Bean dan sejenisnya,” katanya saat dihubungi Bisnis, Rabu (7/8/2019).

Untuk mengatasi hal itu, Eddy menuturkan, kedai kopi tradisional tersebut harus melakukan re-brand atau menyesuaikan permintaan pasar saat ini.

 Menurutnya, besar kemungkinan tren penjualan kedai kopi tradisional tersebut bisa menurun dan berdampak pada penutupan gerai.

“Bisa terjadi seperti di China , Starbuck kalah sama Luckin coffee mereka dalam 2 tahun membuka 2400 gerai,” imbuhnya.

Sementara itu, terkait tren pertumbuhan bisnis kopi pada tahun ini, Eddy memprediksi akan cukup besar.

“Kalau pertumbuhan secara angka kami belum memiliki angka pastinya tapi yes bertumbuh sangat pesat. Untuk target transaksi kami belum punya angka pasti, tapi total kopi bisnis [potensi besarnya pasar] lebih dari Rp10 triliun.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kopi

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top